Skor Adipura Medan Rendah, Akhyar Janji Perbaiki Pengelolaan Sampah - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Skor Adipura Medan Rendah, Akhyar Janji Perbaiki Pengelolaan Sampah

 

Bicaranews.com|Medan - Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, bicara soal program perbaikan pengelolaan sampah di Medan. Hal ini, kata Akhyar, harus dilakukan terkait rendahnya skor yang diraih Medan saat penilaian Adipura 2019.

Program pengelolaan sampah itu disampaikan Akhyar usai bertemu sejumlah tokoh masyarakat di rumah pemenangan Akhyar-Salman, di Jalan Sudirman, Medan, Senin (28/9/2020). Akhyar mengatakan perbaikan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas.

"Jadi gini, itu bukan terkotor. Itu salah, salah. Pada saat itu, tahun 2018 penilaian Adipura, ini kriteria dalam penilaian Adipura. Adipura itu kriterianya tiga. TPA bobotnya 60% skornya, kemudian ada Jakstrada (kebijakan dan strategi daerah) bobotnya 10%. Kebersihan kota 30%. Nah di TPA itu tidak boleh dilakukan secara open dumping. Nah sudah puluhan tahun TPA Terjun itu metodenya open dumping," ucap Akhyar.

"Sementara yang direkomendasi oleh tim penilai Adipura adalah controlled landfill atau sanitary landfill itu, jadi yang dilakukan selama ini adalah open dumping sampah datang langsung dicurahkan. Maka dapat ponten (nilai) nol, bobotnya 60%, jadi tinggal maksimal berapa? Maksimal 40%, jadi itulah dapat skornya rendah," sambungnya.

Akhyar menilai Kota Medan bukan kota terkotor di Indonesia. Dia mengatakan rendahnya nilai yang diraih Medan saat penilaian Adipura dipicu masalah pengeloaan sampah. "Padahal bukan kota terjorok, karena skor penilaiannya rendah," sebut Akhyar.

Akhyar mengaku dirinya bakal mencari investor untuk membuat pengelolaan sampah di Medan lebih baik jika terpilih lagi. Dia mengatakan sampah harus diolah menjadi hal lain, baik itu listrik dan lainnya.

"Kita sampai saat ini TPA tersebut, kita sedang mencari investor yang betul-betul bisa visibel secara finansial untuk mengkonversi sampah-sampah itu menjadi bentuk yang lain. Apakah bentuk listrik, apakah itu bentuk berikat arang, apakah itu menjadi pupuk, kita butuh investor. Kita berusaha bagaimana sampah ini punya nilai ekonomi," ujar Akhyar.

Akhyar juga berbicara program unggulan dirinya. Akhyar menyebut perbaikan pengelolaan sampah merupakan salah satu cara mewujudkan Medan cantik.

"Yang realistis untuk dilaksanakan ya bikin cantik Medan. Ya karena kan masa jabatan ini kan, 3,5 tahun makanya saya tidak menawarkan yang muluk-muluk. 3,5 tahun itu apa yang bisa dilaksanakan kebersihan, kecantikan, keindahan dan penanganan apa namanya genangan-genangan air itu dan perbaikan jalan yang belum tertangani," sebut Akhyar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mencatat sejumlah kota terkotor karena mendapat nilai paling rendah pada saat penilaian Adipura 2017-2018.

Untuk kategori kota metropolitan adalah Kota Medan, kategori kota besar Kota Bandar Lampung dan Kota Manado, untuk kategori kota sedang adalah Sorong, Kupang dan Palu. Sedangkan untuk kategori kota kecil adalah Waikabubak di Sumba Barat, Waisai di Raja Ampat, Ruteng di Manggarai, Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, Bajawa di Kabupaten Ngada.

"(Kota terkotor mendapat) Penilaian paling rendah antar kota-kota Adipura yang kita nilai, kan ada 300 sekian kota yang kita nilai dan itu adalah kota yang jelek," ujar Rosa usai acara Penganugerahan Adipura dan Green Leadership Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD di kantor KLHK, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin (14/1/2019).

"Untuk penilaian tahun ini kita ketatkan betul bahwa yang pertama tentu fisik, standarnya tinggi memang,kemudian TPA kita tidak berikan adipura kalau operasionalnya 'open dumping'," sambungnya.(detikcom)

Diberdayakan oleh Blogger.