Sinode GPKB Berdamai Setelah 10 Tahun Dualisme Kepemimpinan - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Sinode GPKB Berdamai Setelah 10 Tahun Dualisme Kepemimpinan

Bicaranews|Jakarta - Sinode Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB) akhirnya berdamai setelah 10 tahun terjadi dualisme kepemimpinan. Perdamaian antara GPKB Pimpinan Ephorus GPKB Pdt Frans Ongirwalu dan Sekum Pdt Rita Purba Gereja dengan Pimpinan Ephorus GPKB Pdt R Pandiangan dan Sekum Pdt D Sihombing ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang berlangsung di Gereja GPKB Pulomas, Jakarta, Sabtu (22/8).

Hadir sebagai saksi dan turut menandatangani akta perjanjian perdamaian tersebut adalah Ketua umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom MTh dan Moderator United Evangelical Mission (UEM) Pdt Dr (HC) WTP Simarmata MA serta perwakilan masing-masing majelis jemaat. Juga, hadir Ketua UEM se-Asia, Pdt Petrus Sugito.

Sebelum diadakan penandatangan akta perjanjian perdamaian, diadakan ibadah dengan liturgis Pdt Marihot Siahaan dan kotbah dibawakan Pdt Willem TP Simarmata yang juga Ephorus HKBP 2012-2016.

“Hari ini adalah hari yang diberikan oleh Tuhan bagi GPKB untuk bersama-sama melangkah dalam ketaatan kepada Dia, Raja Gereja. Bukan untuk kepentingan siapapun, melainkan ketaatan kepada Yesus Kristus,” tegas Pdt WTP Simarmata dalam kotbahnya.

Anggota DPD asal Sumut ini membeberkan Gereja HKBP yang pernah dipimpinnya, pernah juga mengalami konflik. Namun akhirnya kedua kubu pimpinan yang bertikai bersedia melakukan Sinode Godang khusus untuk perdamaian dan rekonsiliasi.

“Setelah ‘sinode rekonsiliasi’ HKBP menjadi satu. Tidak ada lagi kelompok a dan b. Kalau sebelum sinode ada yang merasa benar, tapi setelah sinode rekonsiliasi kehendak Kristus lah yang jadi,” imbuh Willem.

Sementara Ketum PGI Pdt Gomar Gultom MTh, dalam sambutannya mewakili Majelis Pekerja Harian PGI, mengucapkan selamat atas berlangsungnya penandatangan kesepahaman dalam lingkungan GPKB.

“Kami menyambut dengan sukacita disertai apresiasi atas kesediaan kedua belah pihak untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan GPKB selama ini. Tidaklah mudah untuk tiba pada kesepakatan ini. Saya tahu Bapak/Ibu sudah melalui jalan panjang dan berliku,” ujar dia.

Sedangkan Ephorus GPKB Pdt Frans Ongirwalu mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan yang telah diberikan oleh PGI dan UEM.

“GPKB sebentar lagi pelayanannya menuju ke-100 tahun, kiranya Tuhan memberikan kesempatan bagi semua jemaat untuk bisa menyaksikan dan mengiring 100 tahun GPKB. Jayalah GPKB, dan kiranya gereja ini dapat menjadi rumah kita bersama," kata dia.

Hal senada diutarakan Ephorus GPKB Pdt R Pandiangan yang mengapresiasi UEM dan PGI yang telah turut memediasi sehingga

Sinode GPKB kembali bersatu.

"Marilah kita bersatu kembali. Buang segala perbedaan. Biarlah salib dan kasih Kristus mempersatukan kita kembali," tandasnya.(sumber:sib)

Diberdayakan oleh Blogger.