Jokowi Anugerahkan Tanda Jasa dan Kehormatan kepada 53 Tokoh, Termasuk Saur Hutabarat - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Jokowi Anugerahkan Tanda Jasa dan Kehormatan kepada 53 Tokoh, Termasuk Saur Hutabarat


Bicaranews|Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 53 orang, 2 di antaranya merupakan mantan duo Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (13/8), Tanda Jasa Medali Kepeloporan dan Tanda Kehormatan yang terdiri atas Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi dianugerahkan berdasarkan Kepres No 51, 52, dan 53/TK/TH 2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Nomor 79, 80, dan 81/TK/TH 2020 tanggal 12 Agustus 2020 yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Suharyanto.
"Memutuskan, menetapkan dan seterusnya, kesatu menganugerahkan Tanda Jasa Medali Kepeloporan, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi kepada mereka yang nama dan pangkat jabatannya tersebut dalam lampiran keputusan ini, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya sesuai ketentuan syarat khusus dalam rangka memperoleh Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan," ujar Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Suharyanto yang disiarkan kanal YouTube Setpres.
Berikut 53 nama penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, termasuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon:
Tanda Jasa Medali Kepeloporan
1.Dr. (H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri (Presiden ke-5 RI); dan
2.Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Lutan, S.H., M.B.A., M.M. (Kepala Pelaksana Harian BKNN 1999-2001).
Tanda Kehormatan
Bintang Mahaputera Utama
1. Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI 2017-2019); dan
2. Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Agung RI 2012-2017 dan 2017-2020).
Bintang Mahaputera Nararya
1.Dr. H. Mahyudin, S.T., M.M. (Wakil Ketua MPR RI 2014-2019);
2.Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);
3.H. Fahri Hamzah, S.E. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);
4.Dr. Agus Hermanto, M.M. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);
5.Komjen Pol. (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H. (Kepala BNPT 2016-2020);
6. Prof. Dr. Farouk Muhammad Saleh (Wakil Ketua DPD RI 2014-2019); dan
7. Dr. H. Rahmat Shah (Anggota DPD RI 2009-2014 dan Anggota MPR RI 1999-2004).
Bintang Jasa Utama
1.H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. (Ketua DPR RI 2018-2019);
2.Dr. Ahmad Basarah, M.H. (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019);
3.H. Ahmad Muzani, S.Sos. (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019);
4.Drs. Utut Adianto Wahyuwidayat (Wakil Ketua DPR RI 2018-2019);
5.Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri 2014-2019);
6.Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D. (Ketua Ombudsman RI 2016-2021);
7.Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS. (Kepala BKN 2015 s.d. sekarang); dan
8.Teddy Lhaksmana Widya Kusuma (Wakil Kepala BIN 2017 s.d. sekarang);
9.Irjen Pol. (Purn) Prof. Dr. H. Teguh Soedarsono, S.H., S.IK., M.Si. (Wakil Ketua/Anggota LPSK 2008-2013 dan 2013-2018).
Bintang Jasa Pratama
1.Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. (Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI 2012 s.d. sekarang);
2.Almarhum dr. Djoko Judodjoko, Sp.B. (Dokter);
3.Almarhum Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. (Dokter/Guru Besar);
4.Almarhumah dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes. (Dokter);
5.Almarhum dr. Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo (Dokter);
6.Almarhum dr. Heru Sutantyo (Dokter);
7.Almarhum dr. Wahyu Hidayat, Sp. THT. (Dokter);
8.Almarhum Setia Aribowo, A.Md.Kep. (Perawat);
9.Almarhumah Mursyida, A.Md.Kep. (Perawat); dan
10.Almarhumah Ns. Elok Widyaningsih, S.Kep. (Perawat).
Bintang Jasa Nararya
1.Almarhum dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S. (Dokter);
2. Almarhum dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT. (Dokter);
3.Almarhumah drg. Umi Susana Widjaja, Sp.PM. (Dokter Gigi);
4.Almarhum drg. Gunawan Oentaryo, M.Kes. (Dokter Gigi);
5. Almarhumah drg. Anna Herlina Ratnasari (Dokter Gigi);
6.Almarhumah drg. Amutavia Pancarsari Artsianti Putri, Sp.Ort. (Dokter Gigi);
7.Almarhum drg. Yuniarto Budi Santosa, M.K.M. (Dokter Gigi);
8.Almarhumah Ns. Ninuk Dwi Pusponingsih, S.Kep. (Perawat);
9.Almarhum Sugiarto, A.Md.Kep. (Perawat);
10.Almarhumah Mulatsih Widji Astuti, AMK., S.H. (Perawat);
11.Almarhum Adharul Anam, S.Kep. (Perawat);
12.Almarhumah Nuria Kurniasih, AMK. (Perawat);
13.Almarhumah Nur Putri Julianty, AMK. (Perawat);
14.Prof. Dr. Muhammad Guntur Hamzah, S.H., M.H. (Sekjen MK RI 2015 s.d. sekarang);
15.Drs. Bonny Anang Dwijanto, M.M. (Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP 2017-2020);
16.Iswan Elmi, Ak., M.S. Acc. (Deputi Bidang Investigasi BPKP 2014-2020);
17.Dr. Nurdin, Ak., M.B.A., CA., CfrA., QIA. (Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP 2015-2020);
18.Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., A.C.C.S. (Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham 2017 s.d. sekarang);
19.Ir. H.R. Bambang Sarwono A. Rahim, CBEng., M.T. (Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat Pegawai ASN Kemendes PDTT 2015 s.d. sekarang);
20.Dr. Hadi Prabowo, M.M. (Rektor IPDN Kemendagri);
21.Saur Hutabarat (Ketua Dewan Redaksi Media Group); dan
22.Ir. Ririek Adriansyah (Dirut PT Telkom Indonesia).
Bintang Penegak Demokrasi Utama
1.Prof. Dr. Jimly Ashiddiqie, S.H. (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Masa Jabatan 2012-2017).
Inilah Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, penganugerahan itu sudah melalui pertimbangan yang matang.
"Ya ini, penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara. Dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh dewan tanda gelar dan jasa. Jadi pertimbangan yang sudah matang," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8).
Jokowi mengakui Fahri dan Fadli selama ini memang kerap berlawanan dengan pemerintah dalam politik. Namun, menurutnya, hal itu bukan berarti bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara.
"Bahwa misalnya ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah, kemudian Pak Fadli Zon ya berlawanan dalam politik, berbeda dalam politik, bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, penganugerahan Tanda Kehormatan terhadap Fahri dan Fadli merupakan cerminan negara demokrasi. Dia pun mengaku berkawan baik dengan keduanya.
"Ya inilah yang namanya negara demokrasi. Saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan Pak Fadli Zon. Jadi inilah Indonesia," kata Jokowi.
Sebelumnya, Fahri dan Fadli dianugerahi Tanda Kehormatan. Selain mereka, Mantan Wakil Ketua MPR Agus Hermanto dan Mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) serta 22 tenaga medis yang gugur saat menangani virus Corona (Covid-19) juga diberikan bintang jasa. (detikcom)
Diberdayakan oleh Blogger.