Biaya Rehab Rp2,9 Milyar, Pasar Tradisional Pangkalan Brandan Dipertanyakan Warga

Biaya Rehab Rp2,9 Milyar, Pasar Tradisional Pangkalan Brandan Dipertanyakan Warga

Hendri
By -
0



Biaya Rehab Rp2,9 Milyar, Pasar Tradisional Pangkalan Brandan Dipertanyakan Warga
Terlihat, Beroti Kayu Yang Tidak Diganti Di Kyos Boru Tarigan

Bicaranews.com | Pangkalan Brandan - Biaya Rehab kyos dan losd di Pajak atau Pasar Tradisional Pangkalan Brandan, Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Sumatera Utara, dipertanyakan warga. 


Pasalnya, dana rehab kyos dan losd tersebut dari APBD Langkat TA 2023 berbiaya Rp2,9 milyar. Dan sudah rampung dikerjakan bulan Oktober 2023 yang lalu oleh rekanan/kontraktor dan sudah di resmikan oleh Plt Bupati Langkat. Namun pengerjaan diduga tidak sesuai RAB," ujar warga kepada wartawan.


Seperti kyos ditempat Merga Sembiring dan Br Tarigan No 124 di Pasar Tradisional Jalan Sudirman Pangkalan Brandan. Sebab, beroti dibagian atas sudah lapuk tidak diganti, masih digunakan yang lama. 


Kemudian puluhan pintu lipat terbuat dari papan di kyos tersebut juga tidak diganti, masih memakai yang lama. Seperti yang terjadi saat ini di pintu lipat tersebut banyak yang tidak direhab seperti yang ditempati marga Pohan," sebutnya.


Kami pedagang yang berjualan di kyos Jalan Sudirman dan Jalan Wahidin Pangkalan Brandan sangat kecewa, terhadap ulah oleh oknum kontraktor.


Dengan terpaksa, para pedagang harus mengganti pintu papan lipat yang sudah lapuk dengan papan yang baru menggunakan uang sendiri, sebab papan yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi," cetusnya meminta namanya tidak ditulis.


Anehnya, sebagian pintu lipat di kyos tersebut diganti menggunakan pintu plat besi. Ada apa sebenarnya ini," ungkap para pedagang sayur dan cabai belum lama ini.


Pemkab Langkat
Pintu Papan Lipat Di Kios Pohan, Terpaksa Digantinya Menggunakan Uang Pribadi

Menanggapi keluhan pedagang, Jhoni Robinson Panjaitan Humas Lembaga Reclassering RI Komda Langkat/Binjai meminta kepada Kejari Stabat Kabupaten Langkat. Segera turun kelokasi guna mengecek fisik bangunan yang sudah rampung dikerjakan pada bulan Desember 2023, seperti beroti penyangga seng.


Proyek tersebut dikerjakan hanya akal - akalan saja, adanya dugaan bahwa kontraktor dan pihak Dinas PUPR serta Dinas Perindag Kabupaten Langkat sudah kongkalikong. Padahal, dana perehapan kyos tersebut menghabiskan anggaran hampir Rp3 milyar. 


Lembaga Reclassering Indonesia berharap, agar pihak Kejaksaan Negeri Langkat segera meng audit anggaran yang habis," kata Jhoni Robinson.


Terkait hal diatas, Rio selaku Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Langkat saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/1/2024) sekira pukul 11.30 wib, diruang kerjanya tidak berada ditempat.


Menurut salah satu Staf nya, Kabid Rio sedang rapat di ruang Kepala Dinas di bawah. Tadinya, ada," sebutnya. Dijelaskannya, terkait rehab Kyos dan losd di Pangkalan Brandan. Biaya rehab Kyos tersebut sangat terbatas dan tidak cukup bila diganti semuanya.


Pihak kontraktor hanya mengganti pintu lipat sebatas biayanya cukup," katanya singkat. (Bn)


Pewarta : H. Simare-mare



Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)