Polres Langkat Tutup Aktifitas Gudang Minyak Mentah Di Padang Tualang

Polres Langkat Tutup Aktifitas Gudang Minyak Mentah Di Padang Tualang

Hendri
By -
0

Polres Langkat Tutup Aktifitas Gudang Minyak Mentah Di Padang Tualang
Gudang Minyak Mentah Yang Sudah Ditutup Di Padang Tualang
Bicaranews.com | LANGKAT - Terkait adanya pemberitaan gudang minyak mentah/kondesat yang illegal beraktifitas di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, Polres Langkat Polda Sumut langsung turun kelapangan untuk melakukan pengecekan kelokasi.

Saat ini lokasi gudang minyak sudah ditutup Polres Langkat dan Polda Sumut, sudah berulang kali mendatangi lokasi ini," ujar salah satu warga saat ditemui wartawan, Senin (4/12/2023).

Beberapa bulan lalu tempat ini memang pernah dijadikan tempat gudang minyak mentah, bukan tempat penyulingan minyak seperti yang diberitakan di media.

Sekarang tempat tersebut sudah tidak beroperasi lagi bahkan rumah tersebut akan dijual oleh pemiliknya, mengingat situasi dan kondisi ekonomi saat ini," sebutnya warga.

Sementara pemilik rumah berinisial A mengaku," bahwa rumah itu akan segera menjualnya bagi yang berminat. Dia cukup membuka usaha rumah makan nasi saja.

Terpisah, seharusnya Pemkab Langkat harus melihat situasi kondisi ekonomi saat ini. Masyarakat Kecamatan Padang Tualang contohnya, sangat butuh pekerjaan, dan harus dipekerjakan," ujar Hendra salah satu warga.

Selama ini banyak warga terbantu dari hasil minyak suling, pengeboran minyak mentah yang sudah berjalan selama 8 tahun lamanya. Dari hasil minyak tersebut, warga sangat terbantu bisa bekerja yang hasilnya dibagi rata, meskipun itu illegal.

Polres Langkat tutup Aktifitas Gudang Minyak Mentah
Rumah Tempat Minyak Mentah Akan Segera Dijual
Diketahui, bahwa minyak mentah yang dikelola masyarakat berawal dari warga melakukan pengeboran air bersih, malah yang didapat adalah minyak kondesat dari kebun milik warga sendiri," terang Hendra.

Timbul ide, mereka mencoba melakukan penyulingan atau pembakaran minyak dan akhirnya berhasil. Usaha minyak solar, minyak lampu dan bensin mereka jual untuk kebutuhan sehari - hari buat keluarga bukan untuk mencari kaya.

Mirisnya lagi, usaha tersebut berlanjut sehingga mampu menampung pekerja walau itu orangnya cacat fisik. Sebelumnya, ada dua orang warga yang satu tangannya buntung dan satu lagi kakinya buntung bisa untuk bekerja disalah satu pembakaran minyak di Padang Tualang.

Dari hasil kerja mereka dapat uang, mereka bisa memberikan makan untuk isteri dan anaknya. Dulu mereka bisa bakar minyak dua kali dalam satu pekan, sekarang hanya tinggal kenangan hanya karena ulah segelintir orang. Anehnya, minyak mentah tersebut dibeli dari warga bukan yang dicuri milik pemerintah atau PT Pertamina.

Jujur, mereka itu kan manusia butuh kerja buat makan, sepatutnya Pemkab Langkat melalui Camat dan Kades harus perduli akan keadaan yang dialami warganya. Bukan malah dihasut oleh sekelompok orang tanpa usaha," ungkapnya.

Setidaknya, pemerintah harus mencari solusi untuk mempekerjakan terhadap kedua orang yang cacat fisik tersebut. Sama seperti orang yang biasa fisiknya normal. 

Lagi pula mereka tidak bisa lagi bekerja berat, karena faktor materi dan fisiknya yang sudah tidak normal lagi," kata Hendra. (Bn)


Pewarta : H. Simare - mare


Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)