Martubung Kembali Dikepung Banjir - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Martubung Kembali Dikepung Banjir

Bicaranews.com|Medan - Hujan deras yang menguyur wilayah Kota Medan khususnya di daerah Kecamatan Medan Labuhan pada Rabu (9/3/2022) malam mengakibat ribuan rumah kembali dikepung banjir di Martubung

Amatan dilapangan, Kamis (10/3/2022) pukul 08.45 WIB, terjangan banjir itu merendam rumah warga di Komplek YUKA Martubung, Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan, Jalan Rawe Martubung, Komplek TNI-AL BTN Martubung dan Perumnas Griya Martubung, Kelurahan Besar Medan Labuhan, Kota Medan.

Banjir terparah terjadi di komplek YUKA Martubung. Pasalnya, parit busuk yang membelah kawasan itu tidak mampu menampung tingginya debit air yang mengalir dari Kota Medan dan Deliserdang melalui parit busuk itu. Akibatnya, terjangan banjir seperti air bah menghantam rumah warga.

Banyak warga yang terganggu akitivitasnya terutama pedagang yang mencari nafkah berjualan di Pajak YUKA Martubung. “Setiap hujan deras turun, banyak warga yang tak bisa berjualan di Pajak Yuka untuk mencari nafkah,” kata Br Sinaga salah seorang pedagang di Pajak Yuka

Warga lain,  D Simanjuntak salah seorang warga Komplek Yuka sangat menyesalkan Pemko Medan yang terkesan tidak peduli terhadap penderitaan warganya yang setiap hujan deras turun menjadi korban banjir. 

“Terjangan banjir sudah berulangkali terjadi dan sejumlah media pun sudah berulangkali mengeksposnya, namun Pemko Medan tidak pernah memberi perhatian. Padahal akibat banjir tersebut warga mengalami kerugian karena peralatan rumah tangga sudah sering rusak terendam banjir,” katanya.

Selain itu, warga juga menyesal  kurangnya pengawasan Pemko Medan terhadap perusahaan yang berada di sekitar Martubung khususnya yang ada Kawasan Industri Medan (KIM) yang memanfaatkan suasana banjir untuk membuang limbahnya ke parit.  

"Perusahaan-perusahaan yang ada di KIM sana juga maunya diawasi juga, jangan memanfaatkan banjir begini mereka buang limbah keparit.  Masyarakat disini sudah kebanjiran,  mereka enak aja buang limbah ke parit.  Itu maunya diawasi juga," tambah Tampubolon warga Komplek Yuka.(bn)

Diberdayakan oleh Blogger.