Kumpulkan Seluruh Pimpinan OPD Sikapi Persoalan Banjir, Wali Kota Medan: Saya Tidak Mau Ada Korban Jiwa!

Kumpulkan Seluruh Pimpinan OPD Sikapi Persoalan Banjir, Wali Kota Medan: Saya Tidak Mau Ada Korban Jiwa!

Rambe
By -
0

Bicaranews.com|Medan - Wali Kota Medan Bobby Nasution Menggelar rapat Pasca banjir disejumlah wilayah Kota Medan dengan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Balai Kota Medan, Senin (28/2) siang. 

Untuk menyikapi persoalan banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi selama sekitar 9 jam mulai siang hingga malam, Minggu (27/2).

Mengawali rapat, Bobby Nasution mengatakan Utamakan keselamatan warga lakukan evakuasi, siapkan posko,makanan & Obat, katanya  didampingi Asisten Umum (Asmum) Setda Kota Medan Renward Parapat dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Khairul Syahnan, menyampaikan rasa kecewanya. 

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak turun, saat melakukan peninjauan tidak melihat ada peralatan milik Dinas PU, termasuk alat berat diturunkan untuk mengatasi banjir.

Kepala UPT yang tidak hadir tersebut berdalih karena hujan. “Saya minta Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) untuk menyikapi, hanya gara-gara hujan tidak datang. Padahal di wilayahnya terjadi banjir,” kata Bobby kecewa.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bobby minta segera melakukan evakuasi bagi warga yang bermukim di pinggiran sungai dan wilayah tempat tinggalnya masih banjir. dikhawatirkan air sungai akan kembali naik. “Lakukan evakuasi, utamakan keselamatan warga, saya tidak mau ada korban jiwa!” meminta Satpol PP untuk membantu proses evakuasi.

Kemudian kecamatan yang wilayahnya terkena banjir, juga dil minta untuk membuatkan posko dan memastikan ketersediaan makanan dan obat-obatan sehingga warga yang terdampak banjir benar-benar merasa dilayani. 

Selanjutnya kepada Dinas Perhubungan, minta untuk menutup jalan-jalan yang sampai saat ini masih tinggi genangan airnya bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Medan. Penutupan jalan dilakukan untuk mencegah kendaraan bermotor mogok dan terjebak dalam banjir.

Dalam rapat tersebut, Dinas PU melaporkan  sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir. Dari 6 kecamatan yang sejumlah wilayahnya hingga kini masih digenangi air, keenam kecamatan yakni Medan Barat, Medan Selayang, Medan Labuhan, Medan Deli, Medan Baru dan Medan Sunggal.  

Di Medan Barat, ada 24 titik yang masih digenangi air dan warga yang terdampak banjir sebanyak 1.290 jiwa. Genangan air yang masih tinggi terjadi di Glugur Kota dan Jalan Kol L Yos Sudarso. Medan Selayang, air Sungai Babura dan Sungai Selayang mulai sejak pagi naik sehingga Jalan Dr Mansyur digenangi air.

Medan Labuhan, sejumlah wilayah di 3 kelurahan masih banjir akibat meluapnya Sungai Deli menyusul tingginya intensitas hujan. Bahkan, Jalan Yos Sudarso sepanjang 3 Km digenangi air. Sekitar 2.586 jiwa warga terdampak dari banjir tersebut. Di Medan Deli, 1.000 jiwa warga terdampak banjir yang berasal dari pintu air akibat meluapnya Sungai Deli. Untuk Medan Johor, genangan air masih terjadi di Kwala Bekala yang berdampak dengan 600 jiwa warga. Di Medan Sunggal, beberapa tempat juga masih digenangi air.(Diskof/bn)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)