Kakanwil Kemenkumham Sumut Minta Lapas dan Rutan Cek Instalasi Listrik - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Kakanwil Kemenkumham Sumut Minta Lapas dan Rutan Cek Instalasi Listrik

Bicaranews.com|Medan - Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Imam Suyudi meminta lapas dan rutan melakukan pengecekan secara rutin seluruh instalasi listrik guna mengantisipasi musibah kebakaran seperti yang terjadi di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten.

"Selain itu periksa sambungan listrik, kelayakan kabel, beban dan komponen listrik lainnya di lingkungan perkantoran dan blok hunian," ujar Imam di Medan, Kamis (9/9).

Ia juga meminta lapas dan rutan memastikan alat/tabung pemadam kebakaran yang tersedia dapat berfungsi dan mudah dijangkau.

"Segera koordinasikan dengan PLN setempat dan ahli instalasi listrik dalam rangka pemeriksaan instalasi listrik di lapas dan rutan dalam keadaan aman dan tidak bermasalah," ujarnya.

Imam menegaskan perlunya menyiapkan rencana kontijensi dan langkah-langkah kontijensi serta mengadakan latihan rutin sehingga para anggota siap apabila terjadi kedaruratan, serta  memahami apa yang harus dilakukan dan tidak panik.

41 Napi Meninggal Peristiwa Kebakaran Lapas

Sebelumnya, sebanyak 41 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Provinsi Banten meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB, kata Kepala Bagian Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman.

"41 orang meninggal dunia, delapan orang dirawat di RSUD dan sembilan dirawat di klinik," kata Tubagus Erif Faturahman saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/9).

Ia mengatakan khusus pihak keluarga warga binaan pemasyarakatan di Lapas Klas I Tangerang dapat mencari informasi atau menghubungi crisis centre di nomor 081213726370

"Ini hanya untuk melayani pihak keluarga," ujar Tubagus.

Dari informasi yang didapati diketahui peristiwa kebakaran tersebut terjadi di salah satu blok hunian Lapas. Api baru berhasil dipadamkan petugas sekitar pukul 03.15 WIB.

Diketahui blok Chandiri Nengga 2 diisi oleh 122 orang narapidana. Kebakaran tersebut diduga akibat arus pendek atau korsleting listrik.(Antara)

Diberdayakan oleh Blogger.