Sayangkan Aksi Penyegelan, AMK Pasang Spanduk Cemooh di Gedung DPRD Humbahas, Ini Isi Spanduknya! - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Sayangkan Aksi Penyegelan, AMK Pasang Spanduk Cemooh di Gedung DPRD Humbahas, Ini Isi Spanduknya!

Bicaranews.com|Humbahas - Sebagai bentuk kekecewaan  atas penyegelan 5 ruangan Sekretariat Dewan (Sekwan) yang dilakukan 15 anggota DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) pada 31 Mei 2021 kemarin. Aliansi Masyarakat Kampus (AMK) Humbahas melakukan aksi memasangi spanduk di Gedung DPRD Humbahas bertuliskan cemooh, Jumat (4/6/2021)

Adapun spanduk berisi "DPRD Humbang Hasundutan jangan konyol..main segel segelan" dan "Wakil Rakyat Ku..Bersuarlah jangan Diam Seribu Bahasa Bahkan Main Segel Menyegel kantor tempat menyuarakan Aspirasi Rakyat" serta "DPRD Humbahas Butuh Tolak Angin Biar Gak Masuk Angin dan Mabuk" "Semua Anggota DPRD Humbahas Mundur saja Kalau jadi Aktor FTV"

Selanjutnya "Ketua DPRD Ramses Lumban Gaol Rasa Soehart* Otoriter" "Saat mandat Rakyat Kami Cabut dari DPRD, Kami Rugi Gaji Kalian" "Wakil Rakyat Darurat Kemanusiaan dan Arogansi Kaum Terdidik Harap Waras".

Selain untuk DPRD, mereka juga membawa spanduk untuk Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor bertuliskan "Bupati Dosmar Banjarnahor supaya tidak keras Kepala dan jangan suka menghilang"

Ketua AMK Humbahas Richard Siburian mengatakan, aksi itu mereka lalukan sebagai bentuk kekecewaan atas sikap wakil rakyat itu. Mereka menilai, penyegelan Gedung Rakyat oleh anggota dewan merupakan pertikaian kekanak-kanakan dan sangat tidak pantas menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat. Akibat kegaduhan tersebut sangat berdampak buruk bagi masyarakat Humbang Hasundutan.

"Penyegelan gedung rakyat oleh anggota legislatif tidak seharusnya dilakukan. Ditengah situasi pademi Covid-19 resesi ekonomi masyarakat lemah tapi Wakil rakyat bukan malah mencari jalan keluar untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, namun menghianati dan mengabaikan fungsi legislatif dan eksekutif yang seutuhnya," sebut Richard Siburian.

"Disi lain, kegaduhan DPRD juga sangat merugikan perjalan anggaran yang sangat dibutuhkan untuk menjawab persoalan rakyat. Hal ini juga dipicu dipimpin orang yang tidak patas," tambah Richard.


Dalam aksi itu, mereka juga membacakan pernyataan sikap yakni, meminta Ketua DPRD sadar diri untuk mundur karena telah mempermalukan wajah legislatif Humbang Hasundutan, Meminta Kepada seluruh anggota DPRD Humbahas untuk sadar diri mundur dari perwakilan rakyat karena tidak bermoral serta tidak mampu menjadi wadah aspirasi rakyatnya sendiri.

Meminta kepada Bupati Dosmar Banjarnahor selaku pimpinan daerah untuk tidak sombong dan keras kepala dalam menjalankan amanah rakyat karena menurut pemahaman kami, hal ini menjadi salah satu sumber penting kegaduhan di DPRD Humbahas juga demi rakyat.

Meminta Partai Politik yang ada di Humbahas untuk segera mengganti DPRD saat ini dengan kader  yang berintegritas, jujur dan mampu menampung aspirasi rakyat, Apabila DPRD dan Partai Politik tidak melakukan ini maka kami bersama rakyat Humbahas akan mengambil alih, menduduki dan mengembalikan kedaulatan rakyat yang seutuhnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.(t/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.