101 Rumah Warga Rusak Dihantam Angin Puting Beliung di Kecamatan Tarutung dan Siatas Barita - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

101 Rumah Warga Rusak Dihantam Angin Puting Beliung di Kecamatan Tarutung dan Siatas Barita

Bicaranews.com|Tapanuli Utara - Sebanyak 101 unit rumah warga di Kecamatan Tarutung dan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara rusak dihantam angin puting beliung, Senin (8/3) sore. 

Pantauan di lapangan, rumah yang dihantam angin puting beliung tersebut ada yang rusak berat dan rusak ringan. 

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, Babinsa Koramil 22 Tarutung dan Babinkamtibmas dari Polsek Sipoholon turun langsung ke lapangan membantu para korban yang rumahnya terkena angin puting beliung. 

Dikutip dari hariansib,  Kepala BPBD Taput, Bonggas Pasaribu menjelaskan, data sementara untuk Kecamatan Tarutung ada di Desa Parbubu Pea dan Desa Hutatoruan I. Kemudian di Kecamatan Siatas Barita ada di Desa Si Raja Hutagalung, Enda Portibi dan Desa Lumban Siagian Jae. 

" Untuk Desa Parbubu Pea sebanyak 29 unit rumah warga yang rusak dihantam angin puting beliung yakni, rusak berat 13 unit rumah dan rusak ringan sebanyak 16 unit rumah. Kemudian di Desa Hutatoruan I,  ada 23 rumah yang rusak yakni, rusak berat sebanyak 4 unit rumah dan rusak ringan sebanyak 19 unit rumah ," jelasnya. 

Lebih lanjut Bonggas menerangkan, untuk Kecamatan Siatas Barita, di Desa Enda Portibi sebanyak 3 unit rumah yang rusak yakni rusak berat sebanyak 2 unit rumah dan rusak ringan sebanyak 1 unit rumah. 

" Kemudian di Desa Lumban Siagian Jae  sebanyak 6 unit rumah, yakni, rusak berat sebanyak 1 unit rumah dan rusak ringan sebanyak 5 unit rumah dan Desa Si Raja Hutagalung ada 40 unit rumah yang rusak yakni, rusak berat sebanyak 5 rumah dan rusak ringan sebanyak 35 unit rumah serta 1 unit jembatan rambing mengalami kerusakan ringan, " paparnya. 

Atas kejadian ini, Bonggas menjelaskan, untuk saat ini belum ada didirikan posko pengungsian dan dapur umum. Para warga yang menjadi korban memilih mengungsi di rumah keluarga. 

" Untuk sementara kerugian materil atas peristiwa itu masih kita data, " ungkapnya. (t/sib/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.