Lewati Jalan Tergerus Longsor, Truk Fuso Bermuatan Kayu Masuk Jurang di Tano Ponggol - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Lewati Jalan Tergerus Longsor, Truk Fuso Bermuatan Kayu Masuk Jurang di Tano Ponggol

Bicaranews.com|PAKKAT -  Truck Mitsubishi Fuso Nopol BK 8767 EJ masuk jurang hingga di kedalaman 100 meter di Jalan Provinsi Doloksanggul-Pakkat, tepatnya di Tano Ponggol Desa Aek Godang Arban, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (1/9/2022).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun pengemudi dan kernek mengalami luka-luka. Sedangkan mobil mengalami ringsek berat. 

Kasi Humas Polres Humbahas, Aipda SB Lolo Bako kepada wartawan mengatakan, Mobil Truck Mitsubishi Fuso yang dikemudikan Perlin Sibarani (56) dan kernek Jona Silalahi (51) datang dari arah Pakkat menuju arah Doloksanggul. Tepatnya dilokasi kejadian yang badan jalan sudah menyempit akibat tergerus longsor, Mobil Truck Fuso bermuatan kayu durian tersebut berusaha melewati ruas jalan.

“Dengan menggunakan lajur kiri, ban belakang bagian kanan truck tersebut terjebak ke areal longsor hingga menyebabkan Truck Fuso masuk ke dalam jurang kedalaman sekitar 100 meter,” ujarnya. 

Sejauh ini, kata Lolo, mobil truck tersebut belum di evakuasi dari dalam jurang. Sementara supir dan kernek sedang manjalani perawatan di pos kesehatan terdekat.

Sebelumnya, Plt Kalak BPBD Humbahas melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Astri Sitompul kepada Waspada mengatakan, bahwa musim penghujan, dataran tinggi dan berbukit di daerah Humbahas, rawan longsor. Untuk itu masyarakat dihimbau hati-hati melakukan aktifitas di wilayah rawan longsor.

Katanya, beberapa wilayah rawan longsor itu adalah Kecamatan Pakkat, Parlilitan, Tarabintang (Papatar). Kecamatan Onanganjang, Sijama Polang dan Baktiraja. Longsor biasanya terjadi pada tebing jalan dan badan jalan. Akibatnya arus lalulintas kerap terganggu hingga lumpuh total.

Lanjut Astri, longsor biasanya terjadi di Jalan Provinsi lintasan Doloksanggul – Onanganjang-Pakkat-Parlilitan-Tarabintang. Selanjutnya Jalan Provinsi Doloksanggul-Baktira (Siabaksa -Bakkara) hingga perbatasan Muara, Taput. Sebab wilayah rawan longsor ini, tekstur tanah cendrung labil. “Jadi pengendara yang melintasi jalur wilayah rawan longsor agar berhati-hati,” tukasnya. 

Kepala UPTJJ Doloksanggul, Anto Ompusunggu, ST., M.Si melalui KTU UPTJJ Doloksanggul, Ganda Lumban Tobing mengatakan, bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan perbaikan dan penanganan sementara pada ruas Jalan Provinsi yang rawan longsor.

Ruas Jalan Provinsi di perlintasan Desa Aek Godang Arban, Onanganjang  yang tergerus longsor, pihaknya sudah melakukan perbaikan sementara menunggu pembangunan yang permanen. 

Dia menjelaskan, penanganan yang dilakukan yakni pemasangan cerucuk (tiang pancang) dari kayu bulat dan penimbunan tanah pada badan jalan yang tergerus longsor dengan menggunakan  karung plastik berisi tanah.

“Penanganan yang kita lakukan sifatnya sementara. Pemasangan cerucuk agar longsor tidak semakin melebar sebelum dilakukan pembangunan. Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan dapat mendukung kelancaran lalulintas. Untuk sementara, titik jalan yang longsor itu masih aman di lalui kendraan roda empat dan roda enam dengan bobot maksimum, enam ton,” pungkasnya. (was/bn)



Diberdayakan oleh Blogger.