Dosen USU Menggiatkan Kampanye “Cipta-Guna-Rasa, Kebun Energi Kelor” Sebagai Mitigasi Perubahan Iklim Dengan Memberdayakan Kaum Perempuan Desa - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Dosen USU Menggiatkan Kampanye “Cipta-Guna-Rasa, Kebun Energi Kelor” Sebagai Mitigasi Perubahan Iklim Dengan Memberdayakan Kaum Perempuan Desa

Bicaranews.com|Medan - Perubahan iklim telah menyebabkan dampak yang negatif terhadap kualitas kehidupan sosial dan ekonomi terutama pada populasi penduduk yang rentan diantaranya adalah kaum perempuan. 

Desa Dokan merupakan wilayah yang rentan atas isu bencana maupun perubahan iklim ataupun dampak iklim terhadap lingkungan sekitar. Penduduk desa Dokan dengan proporsi 47,1% berjenis kelamin perempuan merupakan potensi yang seharusnya diberdayakan dan berkontribusi dalam mitigasi adaptasi perubahan iklim dan bencana. 

Jika krisis bencana alam perubahan iklim tidak dikendalikan, pada tahun 2030 variabilitas iklim akan mengancam ketahanan pangan, Sehingga diperkirakan jumlah masyarakat yang kekurangan gizi akan meningkat, hal ini juga terkait pada program SDG’s Desa bahwa fokus nomor 3, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, serta fokus nomor 5 yaitu keterlibatan perempuan desa. 

Dosen Universitas Sumatera Utara, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Dokan yang diketuai oleh Bina Melvia Girsang, S.Kep, Ns, M.Kep, beserta timnya Eqlima Elfira, S.Kep, Ns, M.Kep, dan Ance Marintan D Sitohang.,SP,M.Div,MTH pada 9 Juni 2022

Kegiatan tersebut memberdayakan perempuan dalam mengkampanyekan “Cipta, Guna, Rasa – Kebun Energi Kelor (CURAKEN-KELOR)” dengan tindakan, pemanfaatan pekarangan untuk penanaman kelor, menggunakannya, serta merasakan manfaatnya. 

Pemberdayaan perempuan dapat dilakukan sebagai tindakan mitigasi adaptasi perubahan iklim dan bencana dengan pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera). Kelor dapat diolah menjadi sayur, bentuk tepung atau powder yang dapat digunakan pada berbagai produk pangan, seperti pada olahan puding, cake, nugget, biscuit, serta olahan teh dari daun kelor yang dikeringkan. 

Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari kelompok perempuan dan Kepala Desa Dokan Martinus Sembiring, dengan harapan kegiatan ini dapat dimanfaatkan warga dalam menjaga ketahanan pangan dan gizi keluarga ditengah isu perubahan iklim yang terjadi.(rel/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.