FGD Jamsostek dan Pemkab Palas Sasar 56.100 Pekerja informal, Total Iuran Rp 11,3 M - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

FGD Jamsostek dan Pemkab Palas Sasar 56.100 Pekerja informal, Total Iuran Rp 11,3 M

BicaraNews.com|Padang Sidempuan - Forum Grup Discussion (FGD) antara BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan dan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas, tengah menyasar 56.100 tenaga kerja informal total iuran Rp 11,3 Miliar guna mendapatkan  perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Undang-undang no 24 tahun 2011 tentang BPJS dan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek.

Diskusi yang berlangsung akrab di ruang rapat  Bupati Palas, Rabu (16/03/2022) selain Kepala Cabang Padang Sidempuan Dr Sanco Simanulang ST., MT., IPM., ASEAN Eng juga dihadiri Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Padang Lawas drg. H Ahmad Zarnawi Pasaribu CHt MM MSi,  Sekretaris Daerah Padang Lawas Arpan Nasution S.Sos, Kepala Jamsostek Padang Lawas Wahyudi.

Serta, sejumlah Pimpinan OPD Kabupaten Padang Lawas,  Kepala bidang kepesertaan Yuliandi Sahputra, AR Padang Sidimpuan Yuswiriadi, Petugas Wasrik Padang Sidimpuan M. Faisal Rizky, ARP Padang Lawas Yoga Aziz Harahap dan sejumlah staf.

"Berdasarkan data yg kami terima dari dukcapil kurang lebih jumlah penduduk berjumlah 263.473 orang. Ada 31.594 pekerja dengan pemberi kerja, ini terus kita himbau dan mohon diperkuat dengan peraturan daerah. Sementara untuk tenaga rentan sebesar 56.100 saja pada kesempatan pertama, saya kira sudah luar biasa," ujar Sanco.

Disebutkan,  kendati terdapat 82.580 pekerja informal, namun jika digarap secara bertahap dan gotong royong, akan dapat segera dituntaskan.

"Kendati anggaran Pemkab minim, dengan kerja urunan dan kerja bareng,  tidak tertutup peluang mendaftarkan mereka dalam program Jamsostek," imbuh  pria berkacamata dan berbaju Koko merah marun, sumringah.

Lantaran menggunakan dana  APBD belum dapat menganggarkan secara  besar besaran, Pemkab dapat mengajak puluhan perusahaan  perusahaan besar menggunakan CSR nya.

"Bahkan selain pelaku usaha,  tokoh masyarakat dan juga kelompok agama, masyarakat secara mandiri pun dapat melakukan  pendaftaran di usia kerja 17 sampai 65 tahun," tambahnya.

Kerja bersama secara gotong royong dan urunan  dari dana APBD, CSR Perusahaan, Kelompok Pekerja Mandiri, Pekerja Sosial  Keagamaan setidaknya akan sangat membantu mereka mereka yang kurang mampu membayar iuran Jamsostek.

"Titik amannya setidaknya 56.100 tenaga kerja dengan total iuran senilai Rp. 11.309.760.000," tutup alumnus Pascasarjana Teknik Industri USU.

BERI DUKUNGAN

Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Padang Lawas drg. H Ahmad Zarnawi Pasaribu CHt MM MSi dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih  kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Padang Sidempuan dan rombongan.

" Meskipun  baru dua minggu menjabat, kehadiran Pak Manullang dan rombongan telah menjadi penyemangat dan berkah khususnya di wilayah Padang Lawas ini," ujar Ahmad Zarnawi.

Disebutkan, diskusi dengan Jamsostek ini  tidak hanya membahas  sejahtera saat hidup namun juga sejahtera ketika meninggal dunia, karena akan mewariskan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta, plus beasiswa bagi 2 orang anak.

"Tentunya apa yang  tadi dipaparkan Pak Sanco terkait pekerja rentan,  menjadi catatan bagi kami dan tolong direncanakan diskusi selanjutnya juga dengan DPRD, Pak Sekda merupakan Ketua TAPD, silahkan dibuat kegiatan segera," pungkas Zarnawi.

Diterangkan, terkait pelaksanaanya dalam bentuk Peraturan Daerah, akan disesuaikan dengan kebutuhan.  Nanti akan didiskusikan sesuai dengan aturan dan tuntutan dinamika masyarakat yang berkembang.

"Bincang bincang bersama DPRD harus,  biar nanti connect. Karena nanti ujungnya adalah kesepakatan bersama," ungkap Zarnawi.

Masyarakat harus paham,  BPJS  Ketenagakerjaan adalah mitra dari Pemkab Padang Lawas menghadirkan kesejahteraan.

"Disini sudah hadir lengkap saya lihat, ada Kabag Hukum nanti bisa kita bahas bagaimana Perda bisa kita buat disini. Terus ada Kabid  Perizinan,  nanti jika ada perusahaan yang tidak terdaftarJamsostek, bisa kita cabut saja izinnya. Kemudian peran Disnaker juga," imbuh Zarnawi.

Sekretaris Daerah Padang Lawas Arpan Nst S.Sos mengungkapkan  koordinasi antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Lawas dengan Pemkab Padang Lawas selama ini terlaksana dengan baik.

"Ahamdulillah berjalan sangat bagus, kita sering turun ke lapangan bersama baik Bapak Bupati maupun OPD lainnya bersama Pak Wahyudi, " ujar Sekda

Iuran Jamsostek bagi Non ASN  juga telah anggarkan di tahun 2022 ini kurang lebih Rp 287.000.000,-..

"Tolong  kepada Pak Kadis PU M.Yani Pohan, juga mewajibkan seluruh proyek yang dilaksanakan menggunakan APBD Wajib terdaftar," katanya.

Serahkan Santunan Kematian kepada 3 Keluarga Honorer

Selepas Diskusi FGD Jamsostek dan Pemkab Palas,  kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan jaminan kematian kepada 3 orang keluarga honorer.

Isak tangis keluarga mewarnai penyerahan santunan, suasana haru tampak memenuhi Kantor Bupati.

Adapun penerima santunan masing masing Rp 42 juta adalah, pertama, Ahli waris  Saad marzuki Siregar yang  bekerja di RSUD Padang Lawas.Kedua, Ahli waris  Ali Hamdi Nasution yang juga bekerja di RSUD Padang Lawas. Ketiga, Ahli waris Sali yg bekerja di Satpol PP Padang Lawas. (bn/mader)

Diberdayakan oleh Blogger.