Tahun Ini Normalisasi Sungai Bedera Dimulai

Tahun Ini Normalisasi Sungai Bedera Dimulai

Rambe
By -
0

Bicaranews.com|Medan - Kolaborasi yang dikembangkan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, berbuah manis. Salah satunya normalisasi Sungai Bedera yang merupakan salah satu upaya menangani banjir di Medan. Normalisasi ini akhirnya dapat terwujud setelah Bobby Nasution dengan gigih menjalin ikatan kolaborasi dengan Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar, Kamis (6/1) di kantor wali kota mengatakan, kolaborasi yang dijalin Wali Kota dengan Kementerian PUPR telah membuahkan hasil. Normalisasi Sungai Bedera menjadi program bersama Pemko Medan dengan Kementerian PUPR.  

"Penetapan lokasi normalisasi Sungai Bedera sudah dilakukan, kemudian akan dilanjutkan dengan appraisal atau penilaian. Sedangkan untuk konstruksi sudah dianggarkan oleh Kementerian PUPR melalui BWSS II," sebutnya. 

Lokasi normalisasi Sungai Bedera ini meliputi wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Di Medan, terang Benny Iskandar dimulai dari aliran di kawasan Jalan Gatot Suboroto sampai pertemuan dengan jalan tol Jalan Asrama. Sedang di Deliserdang mengatakan, dari pertemuan dengan jalan tol itu ke arah hilir sepanjang 1 km. 

Untuk pembebasan lahan di wilayah Medan, lanjut Benny Iskandar, Pemko Medan menganggarkan Rp45 miliar, masih ada kekurangan dari total anggaran Rp75 miliar. Sedangkan untuk wilayah Deliserdang diperkirakan membutuhkan anggaran pembebasan lahan sebesar lebih kurang Rp11 miliar. 

"Inilah masih kita minta kepada BWSS untuk menambah anggarannya untuk pembebasan lahan. Dan itu sudah disanggupi BWSS. Kita optimis pada tahun 2022 ini proses pengadaan lahan sekaligus pembangunan fisik sudah bisa dimulai dan diselesaikan," sebut Benny Iskandar. 

Benny Iskandar menyebutkan, normalisasi Sungai Bedera ini akan mereduksi banjir sekitar kawasan Perumnas Helvetia dan Kawasan Helvetia Pantai Timur dan Barat sampai ke Jalan Amal Luhur dan sekitarnya.  

Kegigihan Bobby Nasution mengembangkan kolaborasi, baik dengan pemerintah pusat maupun pemkab/pemko mendapat menuai pujian dari masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi. Beberapa waktu lalu Prof. Dr. R. Hamdani Harahap, M.Si, Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara menilai kolobarasi adalah langkah tepat dalam penanganan banjir. 

"Banjir adalah masalah antar kabupaten/kota. Begitu juga dengan masalah Sungai Bedera, selain mendorong wilayah lain seperti Deli Serdang untuk ikut bersama melakukan normalisasi, harus juga koordinasi dengan BWSS. Dan Bobby Nasution memiliki kapasitas untuk itu. Semua kementerian baik di pusat maupun provinsi mendukung langkah kerja Pak Bobby," kata Hamdani.

Dia pun berharap normalisasi ini dilakukan dengan berlandaskan analisis yang dalam hingga hasilnya dapat bertahan dalam waktu jangka panjang.(rel/bn01)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)