Pengoperasian KMP Bukit Raya Jadi Lokasi Isolasi Masih Menunggu - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Pengoperasian KMP Bukit Raya Jadi Lokasi Isolasi Masih Menunggu

Bicaranews.com|Medan - Wali Kota Medan Bobby Nasution belum bisa memastikan rencana pengoperasian Kapal Motor Penumpang (KMP) Bukit Raya menjadi salahsatu lokasi Isolasi Terpusat  (Isoter) Kota Medan. 

"Hari ini jadwal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tiba di belawan. Namun, tiba di medan belum bisa digunakan karena bentuknya masih benar-benar kapal penumpang masih bentuk kursi-kursi. Semua belum ada bednya (tempat tidur-red)," ungkap Wali Kota kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna mendengar pidato Presiden Jokowi HUT ke-76 RI di Gedung DPRD Medan,  Senin (16/8/2021).

Oleh karena itu, kata Wali Kota, untuk pengerjaan memenuhi fasilitas kesehatan dalam kapal membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Kerena, Pemko Medan harus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB. "Jadi Kota Medan akan diberikan waktu untuk memenuhi fasilitas kesehatannya seperti tempat tidur nakes dan alkesnya," ujarnya. 

Dijelaskan Wali Kota, isoter terapung tersebut nantinya akan memiliki 485 tempat tidur dan sudah termasuk untuk fasilitas para Nakes. Namun,  karena banyaknya permintaan tempat tidur dan tenaga kesehatan, Pemko Medan terpaksa menunggu. 

"Kita kemarin lagi nunggu karena banyak permintaan seperti tempat tidur, banyak permintaan tenaga kesehatan. Terkadang bukan menunggu barang dikirim. Tapi menunggu barang ada atau tidak ada ini. Terkadang barangnya tidak ada di Medan dan tidak ada di Jakarta untuk di kirim.  Ini kita masih tunggu," ungkap Wali Kota. 

Sebelumnya saat penandatangan MoU dengan PT Pelni, kata Bobby,  pihaknya sudah melakukan pengecekan barang yang dibutuhkan. "Saat penandatangan MoU, kita sudah cek apa saja barang yang dibutuhkan dan kita cek apa aja yang ada disini atau tidak ada. Mungkin kalau tidak ada di medan akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama lagi," ujarnya. 

Dia berprinsip semakin cepat kapal itu digunakan akan semakin baik. "Tapi beberapa yang bisa kita buka akan kita buka dulu. Ini prinsip kita semakin cepat semakin baik. Tidak mungkin tidak bisa langsung 400 tidak apa apa bisa 100 dulu. Kita buka dulu 100 dengan sistem bertahap," ujarnya. 

Sebelumnya Pemko Medan telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kepala Cabang PT Pelni Medan Agus Nugroho dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan Capt. Jhonny Silalahi.(t/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.