Miris, Sisa Stok Vaksin Covid-19 di Medan Hanya 268 Vial - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Miris, Sisa Stok Vaksin Covid-19 di Medan Hanya 268 Vial

Bicaranews.com|Medan - Stok vaksinasi Covid-19 di Kota Medan sangat minim. Mirisnya, stok vaksin tersebut yang tersisa tinggal 268 vial, dan hanya digunakan untuk dosis kedua. Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Syamsul Arifin Nasution SpOG kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan stok vaksin ini tidak hanya ada di Pemerintah Kota Medan saja, namun juga ada di beberapa instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, TNI-Polri dan lainnya. "Mereka juga ada memiliki stok, makanya instansi lainnya juga bisa mengadakan vaksin massal yang telah dilakukan di Medan," ujarnya.

Ia pun membeberkan bahwa bukan Provinsi Sumut saja yang kekurangan stok vaksin, namun hampir rata-rata provinsi lainnya mengalami hal sama. "Iya, hampir rata-rata provinsi lainnya mengalami hal yang sama dengan Provinsi Sumut kekurangan vaksin. Ini saya taunya setelah kepala daerah melakukan video call dengan pak Airlangga Hartarto kemarin," ungkapnya.

Saat ditanya kapan vaksin masuk ke Sumut khususnya Medan, ia mendapatkan informasi akan masuk di bulan Agustus. "Informasi yang saya dapat di bulan Agustus, tapi tidak langsung ke Pemko Medan. Vaksin itu masuk melalui pemerintah provinsi baru ke kita atau ke daerah mana saja yang sebelumnya sudah melaporkan kekurangan vaksin," tuturnya.

Sebelumnya, IDI Sumut mengingatkan agar vaksinasi Covid-19 khususnya dosis kedua jangan sampai melewati hari yang telah ditentukan. Hal ini seiring mulai terbatasnya stok vaksin tersebut. Padahal, banyak masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama. Sementara, stok vaksin mulai menipis.

"Sebaiknya dipedomani saja acuan yang sudah ditetapkan. Misalnya, hari ini divaksin dosis 1 maka dosis 2 dilakukan pada 14 hari kemudian. Jadi, pedoman itu harus betul-betul dilakukan," ujar Ketua IDI Sumut dr Ramlan Sitompul SpTHT (K) saat diminta tanggapan pada akhir pekan lalu.

Ia menyampaikan ketika seseorang direncanakan akan disuntik vaksin Covid-19 pertama kalinya, maka dapat distok dosis keduanya. "Stok vaksin disesuaikan dengan jumlah orang yang akan divaksin. Jangan pula dilakukan vaksin pertama, tetapi sedangkan vaksin keduanya tidak jelas. Jadi, agar benar-benar disiapkan dosis vaksinnya," cetus mantan Ketua IDI Medan ini.

Ia menuturkan apabila vaksinasi dosis kedua dilakukan lewat dari 14 hari, dikhawatirkan efektivitas dari vaksin tersebut dalam membentuk kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, muncul pertanyaan bagaimana efikasinya. "Kita khawatir kalau misalnya ada hal-hal yang tidak diinginkan, dan ini masih kemungkinan (vaksin) tidak bekerja dengan baik. Sebab bisa saja terjadi seperti itu," tuturnya.

Ramlan menyebutkan, jangan bermain-main dengan vaksinasi Covid-19, dalam artian jika tidak disiplin. Kalau ingin masyarakat divaksin, maka pastikan stok dosis berikutnya. "Harus sudah tersedia betul-betul dosisnya dan ikuti prosedur yang ada. Sedangkan yang mengikuti prosedur saja masih ada terkadang kecolongan, apalagi tidak," ketusnya.

Ia menambahkan, jika ada masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama dan lewat 14 hari, sebaiknya tetap melanjutkan vaksin dosis kedua. Artinya, tidak perlu mengulang lagi divaksin. "Langsung dosis kedua saja," tutupnya. (sib/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.