Jalan Penghubung Antar Desa di Pakkat Minim Perhatian Pemerintah - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Jalan Penghubung Antar Desa di Pakkat Minim Perhatian Pemerintah


Jalan Pinapan Raya
RUSAK PARAH: Kondisi Jalan rusak parah yang menghubungkan Desa Purba Bersatu - Purba Sianjur,Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbahas.Fot di petik, Senin (3/5/2021).

Bicaranews.com|Pakkat - Infrastruktur jalan merupakan salahsatu yang paling dibutuhkan masyarakat dalam menopang roda perekonomian. Namun, akibat minimnya perhatian Pemerintah khususnya Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tentang Jalan, hal itu tidak dirasakan masyarakat Desa Purba Bersatu dan Desa Purba Sianjur, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Sebab, kondisi jalan penghubung antar Desa tersebut sangat memprihatinkan bebatuan jalan sudah naik kepermukaan dan bekas lapisan curah aspal tidak terlihat sama sekali. Kendaraan yang melintas harus serba hati-hati.

Kerusakan jalan tersebut diperkirakan mencapai 5 km mulai dari temba, Desa Purba Bersatu sampai Batugaja, Desa Purba Sianjur, Kecamatan Pakkat. Selain itu, semak-semak yang dipinggir juga sudah mulai menutupi jalan.

Padahal, Jalan itu salahsatu akses utama masyarakat dari beberapa desa  diantara Desa Purba Sianjur, Desa Karya dan Desa Manalu untuk menjajakan hasil pertanian.

Minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Humbahas membuat mobil pengangkut hasil pertanian dari beberapa desa tersebut jadi enggan datang. "Sudah hampir 10 tahun Jalan itu rusak sampai sekarang tidak ada tanda-tanda perbaikan. Mobil sewa dan pengumpul hasil pertanian sudah enggan datang ke daerah ini akibat jalan itu" ungkap bermarga Manalu warga Desa Karya, Senin (3/5/2021).

Manalu juga mengakui, akibat tidak adanya perhatian dari pemerintah warga juga sudah beberapa kali melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan tersebut dengan alat seadanya agar jalan tersebut tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Warga juga sudah pernah gotong royong memperbaiki jalan itu, namun karena hanya meratakan dari lubang-lubang besar,  jalan itu tidak bertahan lama. Apalagi kondisi jalan yang menanjak sehingga saat musim hujan kembali lagi muncul lubang itu," sebut Manalu.(bn001)

Diberdayakan oleh Blogger.