Tempat Wisata di Sumatera Utara yang Wajib Kamu Kunjungi - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Tempat Wisata di Sumatera Utara yang Wajib Kamu Kunjungi

Bicaranews.com - Dikenal sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, Sumatera Utara memiliki potensi wisata yang tak boleh dipandang sebelah mata. Kamu bisa menemukan beragam pesona wisata, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga kuliner khas. Semua hal tersebut tentu bisa kamu rasakan saat berlibur di Sumatera Utara.

Tak hanya menawarkan pesona yang mengagumkan, masing-masing tempat wisata berikut juga memiliki kisah serta keunikan yang menarik untuk diketahui. Jika kamu berencana mengunjungi Sumatera Utara dalam waktu dekat, mari simak rekomendasi 18 tempat wisata di Sumatera Utara dari Traveloka!

Salju Panas Tinggi Raja

Jika di Pulau Jawa kamu mengenal Kawah Putih Ciwidey, maka di Sumatera Utara terdapat wisata serupa bernama Salju Panas Tinggi Raja. Kamu tentu bertanya-tanya mengenai asal-usul penamaan lokasi tersebut, bukan? Kata “salju” dipilih karena di tempat ini terdapat sebuah kawah yang didominasi warna putih seperti salju. Sedangkan kata “panas”, digunakan karena air berwarna biru kehijauan kawah bersuhu panas.


Untuk menuju kawasan wisata ini, kamu perlu berkendara sekitar 3 jam dari pusat Kota Medan. Dari Medan, kamu akan melewati kawasan Lubuk Pakam, Dolok Masihul, Galang, hingga Bangun Purba. Sesampainya di lokasi Salju Panas Tinggi Raja, kamu tidak akan dikenakan biaya apa pun. Namun, kamu perlu membayar Rp5.000 jika membawa kendaraan pribadi.

Air Terjun Sipiso-piso, 

Berada di dekat pemukiman warga Desa Tongging, Kecamatan Merek, Karo, Air Terjun Sipiso-piso menawarkan pesona alam yang akan membuat kamu berdecak kagum. Berada di ketinggian 800 mdpl, Air Terjun Sipiso-piso menjadi salah satu air terjun tertinggi di Indonesia dengan tinggi pancuran 120 meter.

Lokasi air terjun ini cukup terjangkau, kamu hanya perlu menempuh 35 km perjalanan dari Kota Berastagi atau sekitar 45 menit berkendara dari pusat Kota Medan. Jalur menuju kawasan wisata ini pun sudah tertata rapi, sehingga segala jenis kendaraan bermotor bisa melaluinya dengan aman. Sesampainya di lokasi, kamu perlu menyiapkan uang Rp5.000 sebagai tiket masuk wisata Air Terjun Sipiso-piso.

Pulau Samosir

Pulau Samosir merupakan salah satu pulau yang paling populer di Sumatera Utara. Lokasinya yang berada tepat di tengah Danau Toba menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di pulau vulkanik ini, mulai dari bertualang di Goa Marlakkop, menyaksikan pertunjukan tari Sigale-gale, berkeliling Museum Huta Bolon Simanindo, hingga menikmati keunikan Batu Parsidangan.

Terdapat tiga jalur perairan Danau Toba yang bisa kamu pilih untuk menuju Pulau Samosir, yaitu melalui Pelabuhan Ajibata ke Pelabuhan Tomok, Tigaras menuju Simanindo, dan melalui Muara menuju Nainggolan. Khusus rute Muara– Nainggolan, hanya bisa kamu lalui pada hariSenin, Kamis, dan Sabtu. Umumnya, seluruh rute menggunakan akomodasi feri dengan kisaran harga tiket Rp90.000–Rp100.000.

Danau Toba

Sebagai danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Danau Toba menjadi salah satu objek wisata yang tak boleh kamu lewatkan di Sumatera Utara. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di sini, mulai dari melihat situs sejarah, mengunjungi rumah adat Batak, hingga mengelilingi Desa Tuktuk Siadong-adong.

Untuk menuju Danau Toba, kamu perlu menempuh 5 jam berkendara dari pusat Kota Medan. Tersedia pula berbagai moda transportasi yang bisa kamu pilih, seperti kendaraan pribadi atau sewa, bus, maupunkereta api. Tak perlu khawatir kekurangan waktu untuk menikmati seluruh pesona Danau Toba, karena kamu bisa bermalam di berbagai penginapan yang tersedia di sekitar danau.

Pantai Sorake dan Pantai Lagundri, Nias

Bagi pencinta olahraga air, Pantai Sorake dan Pantai Lagundri di Sumatera Utara adalah lokasi wisata yang perlu kamu kunjungi. Pasalnya, kedua pantai tersebut telah dinobatkan sebagaispot surfingterbaik di dunia. Tak jarang, kedua pantai ini digunakan sebagai lokasi kejuaraansurfingtingkat nasional maupun internasional, salah satunya adalah Nias Open.

Kondisi gulungan ombak yang panjang membuat aksisurfingsemakin menantang. Konon, posisi pantai yang menghadap langsung Samudera Hindia membuat kondisi ombak cukup tinggi hingga mencapai 7– 10 meter. Umumnya, para peselancar dari berbagai negara berkunjung sekitar bulan April hingga September. Jika tertarik untuk mencobanya, kamu bisa menuju Kabupaten Nias Selatan, tepatnya 12 km dari Teluk Dalam.

Funland Mikie Holiday Resort & Hotel

Funland Mikie Holiday adalah sebuah taman bermain yang berada di Jalan Letjend. Jamin Ginting, Sempajaya, Berastagi. Tempat wisata yang selalu ramai di akhir pekan ini memiliki berbagai wahana menarik, mulai dari Volcano, Twister, The Scream, Sky Bike, dan masih banyak lagi. Ada pula berbagai fasilitas pendukung yang bisa kamu manfaatkan, seperti gazebo, area parkir, hingga kedai makanan.

Jika tertarik untuk berkunjung, kamu bisa datang pukul 09:30–18:00. Nantinya, kamu perlu membayar tiket seharga Rp100.000 untuk bisa menikmati seluruh wahana yang ditawarkan. Agar kegiatan bermain semakin nyaman, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman ya. Dengan begitu, kedatangan kamu di Funland akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Bukit Gundaling

Ingin melihat pesonasunrisedansunsetdi Sumatera Utara? Datanglah ke Bukit Gundaling di Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Karo. Memiliki ketinggian 1.575 mdpl, bukit ini menyajikan pesona Kota Berastagi dari ketinggian. Lokasi inilah yang membuat Bukit Gundaling cocok sebagai lokasi melihat matahari terbit dan terbenam. Jika beruntung, kamu bisa melihat pemandangan Gunung Sibayak dan Sinabung saat cuaca cerah.

Ada berbagai cara yang bisa kamu tempuh untuk menuju puncak bukit, yaitu berjalan kaki, menunggang kuda, ataupun menggunakan delman. Meski merupakan alam terbuka, Bukit Gundaling sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti kedai makanan, toilet, hingga toko oleh-oleh. Cukup menarik, bukan?

Danau Lau Kawar

Danau Toba nyatanya bukan satu-satunya wisata danau di Sumatera Utara. Masih ada Danau Lau Kawar, salah satu danau di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang patut kamu kunjungi. Berada di ketinggian 2.451 mdpl, membuat udara di kawasan ini cukup sejuk. Tak hanya itu, lokasinya yang tepat berada di bawah kaki Gunung Sinabung membuat air Danau Lau Kawar amat jernih dan sejuk.

Menariknya, kamu bisa mendirikan tenda di area yang telah disediakan oleh pihak pengelola. Namun, tersedia pula pendopo yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat sejenak sembari menikmati kesejukan udara sekitar. Datanglah ke kawasan Karo, Berastagi untuk melihat pesona Danau Lau Kawar. Kamu hanya perlu menempuh 3 jam berkendara dari pusat Kota Medan.

Masjid Raya Medan

Bagi yang tertarik dengan wisata religi di Sumatera Utara, Masjid Raya Medan tentu tak boleh kamu lewatkan. Masjid terbesar yang dibangun oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam ini memiliki luas bangunan sekitar 5.000 meter persegi. Masjid ini menjadi tempat ibadah paling megah dengan desain bangunan berbentuk persegi delapan yang dilengkapi empat serambi utama. Ada pula pilar berdiameter 0,6 meter yang menyokong kubah utama masjid.

Kini, masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Raya Al-Mashun ini telah berusia lebih dari satu abad. Tak heran, jika masjid mendapat predikat sebagai salah satu bangunan tertua di Kota Medan. Langsung saja menuju Jalan Sisingamangaraja, Medan, untuk melihat kemegahan Masjid Raya Medan!

Sipinsur, Humbahas

Ingin melihat pesona Danau Toba dari sisi yang berbeda? Kamu bisa mengunjungi Sipinsur, Desa Paerung, Humbang Hasundutan. Terletak di kawasan dataran tinggi Humbang Hasundutan, Sipinsur memiliki ketinggian 1.213 mdpl. Di sini, kamu bisa melihat pesona Danau Toba dari ketinggian. Tak jarang, para fotografer memilih lokasi ini untuk mengabadikan lanskap danau terbesar di Asia Tenggara tersebut. 

Jika tertarik, cobalah datang di waktu senja. Di waktu tersebut, kamu bisa melihat pesona Danau Toba berlatar belakang langit oranye. Setelah puas menikmati pesona alamnya, kamu bisa turun ke rumah warga untuk mencicipi hidanganmie gomakkhas Sipinsur secara gratis.Mie gomaksendiri merupakan mi berbahan dasar telur dan tepung yang disajikan bersama kue beras dengan kuah yang kaya cita rasa rempah. Penasaran cobakelezatan kuliner ini?

Muara Tapanuli Utara

Jika dari Kota Parapat kamu hanya bisa menikmati Danau Toba dari tepi pantainya, maka di Muara Tapanuli Utara, keindahan danau tersebut terpampang jelas di depan mata. Muara sendiri merupakan sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan. Untuk menuju kawasan ini, kamu bisa menuju Desa Hutanagadong, Tapanuli Utara. 

Selain menyaksikan pesona Danau Toba, kamu bisa melihat sisi lain Kota Muara dengan mengunjungi Desa Bakti Raja. Konon, desa ini merupakan tempat asal pahlawan nasional Indonesia, Raja Sisingamangaraja XII. Hal tersebut bisa kamu buktikan dari berbagai sisa objek kerajaan di masa lampau.

Bukit Holbug, Samosir

Siapa tidak tahu danau Toba? Danau tawar terbesar se-Asia Tenggara ini selalu memiliki magnet tersendiri bagi para wisatawan. Saking besarnya danau ini, banyak spot menarik untuk menikmati keindahannya, salah satunya adalah Bukit Holbung.

Bukit Holbung berada di Desa Tele. Ada dua rute untuk menuju tempat ini. Pertama dari Medan langsung ke Tele melewati Kabanjahe. Rute lainnya adalah melalui Siantar melewati Parapat lalu Samosir. Saya sendiri memilih rute kedua dengan titik awal dari Desa Tomok di Pulau Samosir. Dari desa Tomok menuju Bukit Holbung memerlukan waktu sekitar 2 jam dengan view indah sepanjang jalan.

Begitu tiba di lokasi, maka kita cukup membayar retribusi sebesar lima ribu rupiah. Selain itu jangan lupa siapkan bekal cemilan dan minuman karena belum ada warung yang berjualan di sini. Mungkin karena lokasinya yang masih sangat terpencil, tapi tenang sudah ada toilet tersedia.

Dari loket menuju bukit Holbung cukup mendaki selama 15 menit. Tidak lama kemudian kita sudah bisa menyaksikan keindahan Bukit Holbung dengan latar belakang Danau Toba. Bisa dibilang bukit Holbung adalah 'Bukit Padar' nya Sumatera Utara. Ada banyak bukit yang dipenuhi padang rumput dan ilalang. Warna ilalangnya pun mengikuti musim. Berwarna hijau ketika musim hujan dan berwarna kecoklatan ketika musim kemarau.

Bukit Holbung memiliki area yang cukup luas. Jadi pastikan fisik yang baik untuk menjelajahi keseluruhan area Bukit Holbung. Selain itu anginnya cukup kenyang. Mungkin karena saya datang sore hari, jadi angin bertiup sangat kencang. Maka saran saya, sebaiknya traveler bawa jaket yang cukup menahan terpaan angin.

Selain itu, jika traveler mau setelah mendapat izin dari penjaga setempat, maka diperbolehkan untuk bermalam dengan tenda. Asal perhatikan tempat yang tidak terlalu terbuka ya, karena takutnya dome akan terbawa angin kencang.

Keindahan Bukit Holbung memang sangat bagus dilihat ketika menjelang matahari terbenam, sayangnya saat ke sini cuaca cukup mendung bahkan tidak lama kemudian turun hujan. Namun, saya sangat bersyukur sudah bisa melihat langsung keindahan danau Toba dari Bukit Holbung.

Bukit Simarjarunjung, Simalungun

Risiko kebosanan kerap menyergap wisatawan pada kunjungan yang terus berulang. Risiko ini dihadapi Danau Toba sebagai 10 destinasi unggulan Indonesia. Namun pengelola Bukit Indah Simarjarunjung (BIS), Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, berinovasi agar wisatawan kian betah mampir ke Danau Toba, terutama ke destinasi yang dikelola BIS.

Salah satu rujukan BIS adalah Kalibiru, Yogyakarta. Sejak 2016, BIS terus mengembangkan destinasi wisatanya sebagai objek foto.

Modalnya, berupa lanskap Danau Toba yang indah, namun ditangkap mata dari perbukitan. Para tamu di BIS bisa berfoto berlatar Danau Toba, namun dengan tata letak di atas pohon atau di atas sepeda gantung. Mirip wisata kekinian di Kalibiru, Yogyakarta dan Maribaya, Bandung.

Walhasil BIS kini bukan sekadar tempat memandang Danau Toba saja, namun menjadi destinasi untuk menikmati Danau Toba dengan cara milenial. Dan itu membuat pengunjung harus menjangkau Bukit Simarjarunjung.

Nah, inovasi apa yang dilakukan BIS? Pengelola destinasi wisata ini berinovasi menempatkan properti yang unik, kepompong dari anyaman rotan yang menggantung di pohon. Adapula becak yang bersebelahan dengan meja makan yang menggantung. Wisatawan bisa terlihat melayang saat berpose di atas becak. 

Properti lain yang tak kalah menarik untuk berswafoto antara lain bunga matahari, balon udara, sepeda awan, rumah pohon, hingga vespa jadul. Bahkan terdapat sepasan kursi berbentuk hati untuk pernikahan.

Dengan lahan seluas dua hectare, BIS bisa berkreasi dengan menciptakan 30 objek foto berlatar belakang Danau Toba. Agar tak membosankan, menurut Tio, setiap dua bulan objek foto tersebut diganti. Namun bila antusias pengunjung tinggi, objek tersebut selalu dirawat dan diperbaiki, faktor keselamatan menjadi prioritas BIS.

Dengan menjadi objek foto, BIS kian ramai. Bagi yang ingin menginap, destinasi wisata ini menyediakan rumah pohon. Biayanya hanya Rp100 ribu per malam, per ruangan. Satu ruangan, bisa digunakan untuk delapan orang. Alas tidur menggunakan tikar, namun disediakan selimut dan bantal. Konsep menginap di BIS meniru acara perkemahan. 

Untuk masuk ke BIS dikutip Rp10.000 untuk sepeda motor dan mobil Rp20 ribu. Bila ingin berfoto, tamu harus membayar Rp5.000 per objek. Ada juga jasa fotografer bertarif Rp10.000 untuk empat kali foto di objek yang sama.

Bukit Siadtaratas, Dairi

Saat berwisata ke Sumatra Utara, Danau Toba menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Sebagai danau kaldera sekaligus danau terbesar di Indonesia, tidak heran jika Danau Toba ditetapkan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia.

Menikmati keindahan Danau Toba sendiri sebenarnya tak cukup sehari. Pasalnya, ada banyak spot di sekitar Danau Toba yang bisa dikunjungi dan memiliki keunggulan masing-masing.

Salah satu spot tersebut adalah Bukit Siadtaratas. Sepintas, bukit yang berlapis rumput hijau ini tampak seperti bukit di luar negeri.

Lewat bukit ini pula, wisatawan bisa merasakan asyiknya melihat panorama danau dari ketinggian alih-alih berlayar dengan perahu.

Bukit Siadtaratas sendiri berada di Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan, Dairi, Sumatra Utara.

Kawasan wisata ini lumayan mudah dicari. Meski demikian, travelers diimbau untuk berhati-hati ketika menjelajahi bukit karena kemiringan lerengnya yang curam.

Sembari menjelajahi Bukit Siadtaratas, travelers juga bisa melihat indahnya matahari terbit dan terbenam di sini.

Tak hanya itu, bentangan bukit yang instagenic juga cocok dijadikan lokasi foto-foto hingga prewedding.

Ada beberapa spot berkemah yang tersedia di bukit ini, cocok digunakan bagi Anda yang ingin mengejar matahari terbit di Danau Toba. Untuk masuk Bukit Siadtaratas sendiri, wisatawan cukup membayar Rp 15.000/motor untuk akhir pekan dan Rp 10.000 saja untuk hari biasa.

Menarik, kan?

Pantai Pandan, Tapteng

Pesona pantai Sumatera Utara tentu tak bisa kamu anggap sepele. Salah satu yang paling populer adalah Pantai Pandan di Desa Pandan, Tapanuli Tengah. Pantai ini terkenal dengan pesona pasir putih dan air laut yang begitu jernih. Di sini, kamu bebas bermain air maupun berenang karena kondisi ombak yang cukup tenang.

Meski masih tergolong sepi akan pengunjung, pantai ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gazebo, kedai makanan, hingga penginapan. Jika sempat mengunjunginya, cobalah untuk datang pada sore hari. Di waktu tersebut, kamu bisa menyaksikan momensunsetyang terkenal amat cantik di Pantai Pandan.

***

Jadi, apakah kamu sudah menentukan tujuan wisata selama di Sumatera Utara? Berbagai tempat wisata tersebut tentu akan menambah seru liburan kamu selama di tanah Batak ini. Mengingat banyaknya tempat wisata di Sumatera Utara, sebaiknya lakukan persiapan liburan secara matang. Dengan begitu, kamu bisa menikmati setiap sudut Sumatera Utara dengan menyenangkan!

(berbagai Sumber)

Diberdayakan oleh Blogger.