Pajak Tingkat Berastagi Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Pajak Tingkat Berastagi Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Pajak Tingkat

Bicaranews.com|Tanah Karo - Kebakaran hebat hanguskan pajak tingkat di kawasan Pusat Pasar, Kelurahan Tambak Lau Mulgap II Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Selasa (17/11/2020) dini hari sekira pukul 01.20 wib.

Kebakaran tersebut sempat membuat kepanikan lantaran terjadi disaat warga sedang pulas tidur diranjang masing-masing, namun adanya teriakan kebakaran, warga pun berlarian menuju lokasi untuk memberikan bantuan.

Kepanikan warga semakin bertambah, disebabkan kesulitan akses masuk Damkar ke titik awal api karena bagian kiri dan kanan jalan yang mengecil akibat penambahan lapak jualan yang dipergunakan pedagang. Apalagi banyaknya barang dagangan yang berbahan mudah terbakar sehingga membuat kobaran api dengan cepat menghanguskan isi lapak dan kios pedagang di lantai satu dan dua.

Penduduk yang berada sekitar lokasi kejadian, termasuk pemilik kios, lapak, dibantu warga Berastagi lainnya beserta petugas pemadam kebakaran berupaya keras untuk mencegah rembetan api ke areal pemukiman padat hunian sehingga api. Kerja sama masyarakat dan dapat dijinakkan berkisar pukul 05.00 Wib tadi pagi. 

Pantauan wartawan dilapangan, mendekati 100 persen barang pedagang di lantai satu dan dua yang berupa dagangan pakaian, kosmetik, sayur-mayur, barang pecah belah, dan lainnya, tidak dapat diselamatkan. Begitu juga rumah penduduk yang berada disekitar lokasi kejadian juga ikut terbakar dibeberapa bagian dan tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kapolres Tanah Karo, AKBP. Yustinus Setyo Indriono, SIK kepada wartawan melalui telepon selularnya menyatakan peristiwa kebakaran Pajak Tingkat Berastagi masih dalam tahap penyelidikan pihak Polri. Terkait penyebab api, Kapolres menyatakan masih butuh waktu lidik dan pada pagi hari ini belum dapat disimpulkan. "Kasus ini dalam tahap penyelidikan," ujarnya. (t/sd/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.