Menag Akan Terbitkan Aturan Ibadah Natal di Tengah Pandemi Corona, Polri Turunkan 191.584 Personel - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Menag Akan Terbitkan Aturan Ibadah Natal di Tengah Pandemi Corona, Polri Turunkan 191.584 Personel

Menag Fachrul Razi

Bicaranews.com|Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan menerbitkan aturan guna menghadapi perayaan Hari Natal di masa pandemi COVID-19. Aturan itu akan diumumkan akhir pekan nanti.

"Masalah ibadah khusus pada saat Natal, produknya akan kami keluarkan akhir minggu ini. Kemarin sudah kami rapatkan, untuk dirumuskan bersama antara Binmas Kristen dan Binmas Katolik. Kalau masalah mudiknya juga akan kami cantumkan di situ, bersamaan kami keluarkan produk itu," kata Menag Fachrul Razi dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (25/11).

Pada prinsipnya, ibadah Natal harus dijalankan sesuai protokol kesehatan. Ia meminta umat kristiani tidak berkerumun hingga mengecek kondisi kesehatan.

"Pada dasarnya mirip saja dengan yang lalu. Kalau di rumah ibadah betul-betul kami garis bawahi, jangan berkerumun, jaga jarak, cek kesehatan, itu tetap sama saja," ujar Fachrul.

Selain itu, Menag Fachrul menyoroti potensi mudik yang akan terjadi menjelang Hari Raya Natal dan akhir tahun nanti. Ia mengatakan aturan mengenai mudik di Hari Natal tak akan jauh berbeda dengan mudik Lebaran.

"Kemudian di luar itu juga kita tambahkan lagi karena pada dasarnya ibadah agama apa pun setiap hari libur pasti orang berbondong-bondong mudik. Jadi, kalau dalam kaitan mudik, itu sama saja dengan apa yang kami garis bawahi pada saat menghadapi Idul Fitri dan Idul Adha lalu," ujarnya.

Diketahui, pandemi COVID-19 masih mewabah di Tanah Air menjelang perayaan Hari Natal dan tahun baru 2021. Selama masa pandemi COVID-19, tempat ibadah di Indonesia mengalami sejumlah pembatasan dan alternatif kegiatan.

Salah satunya Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau agar tidak ada perayaan Paskah di gereja selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). PGI memberikan beberapa alternatif kegiatan yang bisa dilakukan.

Awalnya, PGI melihat ada kebingungan di gereja terkait perayaan Paskah dengan puncak perayaan pada 12 April 2020. PGI meminta agar gereja memperhitungkan masa pandemi Corona yang masih berlangsung.

"Kami memahami kegelisahan dan kebingungan banyak Gereja anggota dalam menyikapi tradisi Perjamuan Kudus yang kita lakukan di seputar masa raya Paskah, entah pada hari Kamis Putih, Jumat Agung, atau Minggu Paskah," kata Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom, dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Selain itu, Menteri Agama Fachrul Razi juga mengimbau warga yang berada pada wilayah terpapar virus Corona tidak mudik Lebaran pada tahun ini. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Kalau sayang orang tua, sayang saudara, di kampung, jangan mudik," ujar Menag seperti dilansir situs Kemenag, Sabtu (28/3).

Menurut Menag, perlu dilakukan usaha mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia. Tradisi mudik atau pulang kampung biasa dilakukan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar kampung halamannya pada saat hari besar, seperti Lebaran.

OPERASI LILIN

Sementara itu, Polri akan menggelar Operasi Lilin 2020 untuk mengamankan Natal dan tahun baru 2020. Sebanyak 191.584 personel diturunkan untuk mengamankan operasi kemanusiaan tersebut.

"Ada 191.584 personil yang akan dilibatkan dalam operasi. 4.216 pos pelayanan dan pos pengamanan. Itu yang kita siapkan di dalam operasi khusus kepolisian terpusat, operasi lilin," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (25/11).

Operasi Lilin telah dimulai sejak 23 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Selain personel, Polri juga menyiapkan 4.216 pos pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.

"Ada operasi khusus kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Lilin yang diselenggarakan 23 Desember sampai 4 Januari," sebutnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Operasi Lilin kali ini dilaksanakan di tengah pandemi virus Covid -19. Sehingga, nantinya polisi pun akan mengesampingkan penindakan yang sifatnya represif.

"Untuk kegiatan mengedepankan kegiatan simpati yang kita utamakan dan kemudian tidak ada represif. Jadi simpati kita kedepankan misalnya ada masyarakat yang menggunakan kendaraan yang melintas di jalan seandainya tidak gunakan masker nanti kepolisian bekerjasama dengan instansi terkait kita akan menyediakan dan memberikan masker contohnya seperti itu, maupun hand sanitizer ataupun nanti ada sembako yang akan kita berikan," ungkapnya.

Dalam kegiatan operasi ini, Polri juga akan membagikan beras untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Simak di halaman selanjutnya.

Operasi kemanusiaan kali ini dilakukan sambil melakukan bakti sosial. Polri menyiapkan 5.000 ton beras untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak COVID-19.

"Dari pak Kapolri menyampaikan bahwa kepolisian melalui Aslog Kapolri telah menyediakan 5.000 ton beras nanti akan diberikan kepada Polda dan kepada Polres seluruh Indonesia. Ini digunakan untuk bantu masyarakat yang terdampak Covid-19," lanjutnya.

Operasi Lilin digelar selama 15 hari. Selain melakukan operasi lilin, Polri akan memetakan daerah-daerah yang berpotensi rawan macet. (detikcom)

Diberdayakan oleh Blogger.