Elektabilitas AMAN Unggul, AHY : Jangan Merasa Sudah Menang - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Elektabilitas AMAN Unggul, AHY : Jangan Merasa Sudah Menang

Agus Harimurti Yudhoyono

Bicaranews.com|MEDAN - Berdasarkan hasil survei Tiga Roda Konsultan, elektabilitas Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) unggul dari pesaingnya, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman sebanyak 53,1 persen.

Hal itu janganlah menjadikan seluruh kader dan pendukung merasa puas dan sudah menang. Karena dalam 2 pekan ke depan, akan banyak perubahan kalau semua kader dan pendukung tidak bekerja keras memenangkan pasangan Aman menjadi Wali Kota Medan, ujar Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Senin (23/11/2020) dalam pidato politiknya saat pelaksanaan media gathering di Hotel Adimulia Medan. 

Disebutkannya, setiap politisi pasti senang ketika mendengar kabar bahwa berhasarkan hasil survei, calon kepala daerah yang didukungnya memiliki elektabilitas tinggi.

"Pasangan Aman dan para pendukungnya serta para kader boleh merasa menang setelah diketok palu oleh KPU dan dinyatakan sebagai pemenang. Jangan cepat puas dan harus tetap rendah hati," ujarnya dihadapan Ketua DPD Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu, Ketua DPC Medan Burhanuddin Sitepu dan seluruh pengurus DPC se-Sumut yang mengikuti acara secara online. 

Dimintanya kepada semua pihak untuk mengeluarkan kemampuan terbaik, mengingat waktu pemungutan suara tinggal dua pekan lagi. "Dua minggu ini upaya terakhir, jangan ada yang ditahan-tahan, lakukan aksi dilapangan, sehingga 9 Desember warga Medan datang ke TPS dan memilih AMAN," ujarnya. 

AHY menyatakan, dirinya merasa perlu datang ke Medan untuk memberi dukungan dan semangat kepada pasangan Aman yang maju dalam Pilkada kali ini. Apalagi Medan dikenal sebagai miniaturnya Indonesia. 

"Kalau ditanya kenapa AHY datang ke Medan, karena Medan Ini Barometer di Indonesia. Untuk pemimpin di Kota Medan ini, jangan yang coba-coba bung. Cari yang sudah berpengalaman, dan itu ada ada di sosok Akhyar Nasution-Salman Alfarisi," bilangnya. 

Secara spesifik, AHY menyampaikan situasi Kota Medan. Tim harus mampu menggiring massa ke TPS dan yakinkan penjagaan suara jangan sampai menjadi korban dari kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. “Kita tidak ingin curang, tapi juga tidak mau dicurangi,” sebutnya yang disambut tepuk yangan dari hadirin. 

Kalau demokrasi dibajak kecurangan-kecurangan yang dilakukan siapapun, artinya sama saja hak-hak rakyat Kota Medan juga dibajak. Pesan dari masyarakat juga harus dijaga, yaitu jangan sampai suara mereka hilang di TPS juga harus dijaga, ujarnya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara Herri Zulkarnain Hutajulu dalam sambutannya mengatakan sikap partainya yang menolak UU Omnibus Law kemarin memberikan keuntungan tersendiri. Termasuk pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (Aman) juga mendapatkan keuntungan.

"Penolakan UU Omnibus Law oleh DPR RI menguntungkan Partai Demokrat, dan juga menguntungkan Paslon Aman dalam bersosialisasi. PKS juga diuntungkan yang bersama Demokrat mengusung Aman," ujar mantan Ketua F-Demokrat DPRD Medan itu lagi.

Ditegaskannya, dengan sikap Partai Demokrat yang menolak UU Omnibus Law target kemenangan 60 persen pada Pilkada serentak 2020 yang diikuti 23 kabupaten/kota akan dapat diraih.

Tiap hari relawan Aman terus tumbuh. Saat ini sudah ada 300 relawan untuk Aman," lapornya kepada Ketua Umum AHY. Tim pemenangan bekerjasama  dengan kader partai Demokrat berusaha dan bekerja keras untuk mencapai target kemenangan 60 persen dan sebanyak-banyaknya sesuai yang dibilang ketua Bappilu. 

Ditambahkannya, kemampuan pasangan Aman pada debat kandidat kemarin terlihat sangat intelektual dan berbasis data. Pemberitaan di media online dan media sosial menanggapi dengan hasil debat itu sangat positif. Partai sampai anak ranting bersama dengan seluruh anggota DPRD Medan dan Sumatera Utara bekerja secara maksimal untuk memenangkan pasangan Aman. 

Hadir dalam kesempatan itu para elit politik Partai Demokrat seperti Hinca Panjaitan, Abdul Wahab Dalimunthe, Jansen Sitindaon, Andi Arif dan sebagainya. (sioge/bn)

Diberdayakan oleh Blogger.