Sejoli Ngaku Tante-Ponakan Digerebek, Ini Kata Pengamat - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Sejoli Ngaku Tante-Ponakan Digerebek, Ini Kata Pengamat

Bicaranews.com|Palembang - Empat pasangan bukan suami-istri terjaring operasi penyakit masyarakat dan mengaku sebagai tante dan ponakan. Pengamat sosial Sumsel menilai penegak hukum seharusnya tidak tebang pilih saat menggelar razia.

"Soal razia pasangan mesum sebenarnya sudah sering terjadi di kota-kota besar ya. Tetapi yang jadi persoalan memang balik ke pemerintah dan penegak hukum," ucap pengamat sosial Sumsel Bagindo Togar kepada wartawan di kantor Camat Sako, Sabtu (3/10/2020).

Bagindo meminta penegak hukum tak tebang pilih dalam melakukan razia tempat penginapan. Sebab, sidak tempat mesum kini sudah menyasar anak muda.

"Kalau mau razia, jangan tebang pilih. Jadi jangan hotel melati atau hotel bintang satu ke bawah saja. Semua juga dirazia, saya rasa banyak. Modus bilang keluarga, suami-istri atau ponakan dan tante seperti yang viral kemarin," kata pria yang akrab disapa Bang Gindo tersebut.

Sementara itu, untuk pemerintah, bang Gindo, meminta hotel dan penginapan yang kerap dijadikan tempat mesum ditertibkan. Hal ini untuk mencegah aksi mesum semakin marak.

"Pemerintah juga lihat, kalau tempat sudah sering ada tertangkap, dijadikan tempat mesum, ya tindak. Jangan dibiarkan begitu saja. Ini penyakit harus ditangani bersama. Keluarga juga harus terlibat," katanya.

Terpisah, Sekda Kota Palembang Ratu Dewa mengaku segera menyikapi kasus pasangan mesum. Kasus tersebut sudah viral di media sosial.

"Siap, segera kita sikapi," kata Ratu singkat.

Diketahui laki-laki muda DD (21) terjaring razia saat ngamar bareng wanita AI (28). DD adalah warga Indralaya, Ogan Ilir, sedangkan AI tercatat warga Kertapati, Palembang.

Hasil pemeriksaan dipastikan keduanya bukan keluarga seperti yang disebut tante dan keponakan, melainkan pasangan mesum yang kepergok tengah tidur bareng di kamar hotel melati.

"Mereka mengaku tante dan keponakan ya saat terjaring operasi penyakit masyarakat," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji saat dimintai konfirmasi beberapa waktu lalu.(detikcom)

Diberdayakan oleh Blogger.