Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbahas Diletakkan di Belakang Gedung Pendopo Kantor Bupati - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbahas Diletakkan di Belakang Gedung Pendopo Kantor Bupati

Bicaranews.com|Humbahas - Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ditemukan terletak begitu saja di belakang gedung Pendopo Kantor Bupati, Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Senin (21/9/2020).

Penemuan prasasti yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Dr (Hc) Hari Sabarno SIP MBA MM pada tanggal 28 Juli 2003 itu viral di media sosial dan mengundang sejumlah komentar sejumlah netizen.

Video penemuan prasasti yang terkesan tidak menghargai salah satu saksi sejarah yang amat penting dalam pemekaran kabupaten yang sudah berusia 17 tahun itu pertama sekali diunggah oleh pemilik akun facebook bernama Rajin Tajom Sihombing.

Dalam vidio yang berdurasi 2 menit 25 detik itu, pemilik akun juga menuliskan ungkapan kekecewaannya terhadap Pemkab Humbahas atas apa yang sudah diperbuat terhadap prasasti tersebut. 

"Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan dibuang begitu saja. Tidak menghargai jasa tokoh pemprakarsa yang sudah berjuang menjadikan Kabupaten Humbang Hasundutan," tulis Rajin Tajom Sihombing dalam akun facebooknya, Senin (21/9/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

Dalam video yang dia bagikan itu, terdengar suara yang diduga sebagai perekam video dengan mengatakan, ini belakang pergudangan balai pertemuan Kantor Bupati Humbang Hasundutan. Disini ada kita lihat prasasti peresmian Kabupaten Humbang Hasundutan yang ditanda tangani Hari Sabarno. Ini dibuang di belakang atau dicampakkan begitu saja tidak berharga. Inilah pemerintahan kita," katanya.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa para pejuang pemrakarsa Kabupaten Humbang Hasundutan sudah jungkir balik memperjuangkan agar daerah itu terbentuk menjadi sebuah kabupaten. Yang saat itu sama-sama mekar bersama Kabupaten Pakpak Barat dan Nias Selatan.

"Nggak tahu apa maksudnya ini. Kalau prasasti nggak dihargai, ya sejarah pejuang pemekaran pun nggak ada dihargai. Pantasan borong partai semua. Yang penting uang. Salam demokrasi. Kedaulatan di tangan rakyat. Merdeka. Reformasi jilid 2 akan meruntuhkan kesombongan elit politik. Terimakasih," ucapnya dalam vidio itu.

Video ini sontak menjadi viral dan sudah beberapa kali dibagikan dan dikomentari. Tidak sedikit yang mengutuk keras perbuatan tidak terpuji itu. 

"Orang yang tidak menghargai jasa-jasa perjuangan pendahulunya adalah penghianat. Miris melihatnya," tulis pemilik akun facebook J Hutauruk Martua Same.

Hal yang sama juga diungkapkan pemilik akun facebook Jeriko Jeriko Sihombing. Dia sangat mengutuk keras perbuatan itu. "Secara pribadi saya mengutuk perbuatan seperti ini," tulisnya. 

Komentar lainnya mengajak untuk mengumpulkan masyarakat untuk mendatangani kantor bupati. Kata mereka, masyarakat perlu tahu kejadian itu, karena bagi mereka, orang yang tidak menghargai jasa pendiri Humbahas tidak layak untuk dipilih kembali untuk memimpin Humbahas.

"Kumpulkan masyarakat dan mari kita protes ke kantor bupati jangan biarkan kesombongan menguasai Humbang Hasundutan," tulis pemilik akun facebook Samuel.

Menanggapi hal itu seperti dilansir hariansib.com, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui Asisten Administrasi dan Kesra Janter Sinaga mengaku belum mengetahui penemuan prasasti di belakang gedung Pendopo tersebut

"Saya belum tahu itu. Saya lihat dulu besok. Karena saya belum lihat vidio yang viral itu. Jadi saya lihat dulu. Siapa pelakunya. Dan yang pasti kita tidak setuju seperti. Tapi kita belum tahu kenyataannya benar atau tidak. Dan siapa pelakunya," pungkasnya. (sumber:sib)



Diberdayakan oleh Blogger.