Pelayanan RSUD Kotapinang Dinilai Buruk, Warga Unjukrasa di Kantor DPRD - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Pelayanan RSUD Kotapinang Dinilai Buruk, Warga Unjukrasa di Kantor DPRD

Bicaranews|Kotapinang - Tidak puas atas pelayanan RSUD Kotapinang yang dinilai buruk, puluhan warga yang tergabung dalam Jaringan Intelektual Muda Indonesia (JIMI) unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Labusel, Kamis (3/9/2020).

Ginda Hasibuan yang memimpin unjuk rasa itu dalam orasinya meminta Bupati Labusel, Wildan Aswan Tanjung, untuk meninjau kembali standar pelayanan minimum RSUD Kotapinang, sebagaimana yang tercantum dalam Perbup No. 65 tahun 2017. Menurutnya, hingga kini banyak masyarakat mengeluhkan buruknya pelayanan di rumah sakit milik Pemkab tersebut.

"Sebagai pimpinan daerah bupati diminta untuk membenahi pelayanan di RSUD Kotapinang," katanya.

Dia pun mendesak DPRD Kabupaten Labusel untuk memanggil Direktur RSUD Kotapinang, terkait dugaan adanya diskriminasi pelayanan yang dilakukan terhadap masyarakat. Menurutnya, pelayanan di rumah sakit itu saat ini disinyalir terpengaruhi politik, sehingga pasien dari organisasi tertentu lebih diutamakan ketimbang warga biasa.

"Kami berharap DPRD juga meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit terkait pelayanan ambulan. Saat ini sudah ada dua unit ambulan baru dan mewah. Namun berulangkali warga tidak dapat menggunakan dengan berbagai alasan, mulai dari sopir tidak di tempat dan sebagainya," katanya.

Anju Sinaga pengunjukrasa lainnya juga sangat menyayangkan, RSUD Kotapinang memiliki anggaran cukup besar, namun tidak dibarengi dengan pelayanan maksimal. Dia pun meminta agar Direktur RSUD Kotapinang membenahi cara kerja dan sistem pelayanan di rumah sakit tersebut.

Aksi itu akhirnya diterima oleh Wakil Ketua DPRD Labusel, H Zainal Harahap didampingi sejumlah anggota dewan lainnya yakni, Ginda Siregar, SH, Bayanuddin Dalimunthe, ST, Hajali Sagala, dan H Sutiman. Zainal mengatakan, permasalahan itu akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada 9 September mendatang.

"Tadi sudah dihubungi pihak rumah sakit. Mereka tidak siap untuk hadir hari ini menerima aspirasi warga. Karenanya, akan digelar RDP untuk membahas masalah ini," kata Zainal.

Setelah menerima penjelasan tersebut, massa akhirnya membubarkan diri. Mereka berharap ada komitmen baik dari manajemen RSUD Kotapinang untuk membenahi pelayanan. (sib)

Diberdayakan oleh Blogger.