Ciri-ciri Bayi Alami Keterlambatan Perkembangan Motorik - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Ciri-ciri Bayi Alami Keterlambatan Perkembangan Motorik

Bicaranews.com - Moms, perhatikanlah selalu tumbuh kembang bayi dari hari ke hari.  Ini penting, antara lain untuk mengetahui sejak dini bila si kecil mengalami keterlambatan perkembangan. Soal perkembangan motorik  bayi, misalnya. 

Perkembangan motorik bayi dikatakan terlambat saat ia tidak bisa melakukan apa yang sudah bisa dilakukan bayi lain seusianya. Keterlambatan perkembangan yang dialami bayi bisa berkaitan dengan perkembangan motorik halus, bisa pula motorik kasar. 

Orang tua juga perlu paham mengenai tahapan perkembangan motorik anak agar tahu cara menstimulasinya sehingga si kecil tidak mengalami keterlambatan perkembangan motorik.  

Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ciri-ciri perkembangan motorik bayi yang perlu selalu kita amati. 

Tanda bahaya perkembangan motor kasar pada bayi

1. Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan. 

2. Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan 

3. Hiper/hipotonia atau gangguan tonus otot 

4. Hiper/hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh 

5. Adanya gerakan yang tidak terkontrol 

Tanda bahaya gangguan motor halus pada bayi

1.Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan 

2. Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun 

3. Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan 

4. Perhatian penglihatan yang inkonsisten 

5. Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif) 

6. Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan 

7. Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan 

8. Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan 

Nah Moms, sudah jelas bukan? Jadi meski kecepatan perkembangan motorik setiap bayi berbeda, Anda tetap harus mengawasi segala perkembangan yang dialami bayi. Apabila perkembangan motorik si kecil mengalami keterlambatan, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan tindakan lebih lanjut. (kumpar)

Diberdayakan oleh Blogger.