Umat Kristen AS Belum Mau Kembali ke Gereja

Umat Kristen AS Belum Mau Kembali ke Gereja

Rambe
By -
0


Ilustrasi
Bicara News|Jakarta - Hasil survei yang dilakukan oleh The American Enterprise Institute ini melibatkan jajak pendapat bersama 3504 orang AS di akhir bulan Mei sampai Juni 2020 lalu.
Setelah ditanyai tentang pendapat mereka jika gereja kembali dibuka pas Covid-19, sebanyak 64% mengatakan bahwa mereka merasa kurang nyaman jika harus kembali ibadah di gereja.
"Orang-orang mengelak dan tidak yakin apakah mereka merasa nyaman untuk hadir. Kami melihat di antara orang awam bahwa mereka tidak nyaman saat harus kembali ke pelayanan ibadah tatap muka," kata Daniel Cox, salah satu anggota survei.
Uniknya, setelah dilakukan klasifikasi berdasarkan ras dan agama, ditemukan bahwa sebanyak 61% dari kalangan evangelis protestan kulit putih mengaku sangat siap kembali ke gereja. Namun hanya 26% responden Katolik Hispanik yang mengatakan siap dan nyaman ke gereja.
Namun bagi kalangan protestan kulit hitam, yang mengatakan masih belum siap sebanyak 42%. Hal serupa juga ditemukan dari orang Kristen yang biasa-biasa saja. Dan responden yang dikategorikan dalam kelompok ‘tidak terafiliasi’ menemukan bahwa 66% mengatakan belum siap. Sementara hanya 8% saja yang mengaku siap.


Pasca pembukaan lockdown di berbagai negara, gereja-gereja juga sudah mulai mempersiapkan pelayanan tatap mukanya. Amerika Serikat bahkan sudah membuat protokol kesehatan khusus untuk gereja sendiri. Meski begitu, ada banyak gereja juga yang memilih belum membuka gerejanya. Mereka beralasan bahwa aktivitas di gereja bisa saja jadi tempat munculnya pandemi. Sehingga disarankan untuk tidak terburu-buru membuka kembali layanan ibadah tatap muka.
“Ketahuilah bahwa kita masih berada di tengah-tengah coronavirus ini,” kata Majelis Umum Gereja Presbyterian Pendeta Herbert J. Nelson.
Wajar memang kalau umat Kristen masih enggan kembali ke gereja. Sehingga ada banyak pihak gereja yang memutuskan untuk tidak terburu-buru membuka kembali pintu gerejanya untuk ibadah tatap muka.
Di Indonesia sendiri, izin pembukaan gereja sudah diterbitkan. Namun, pemerintah dengan tegas menyampaikan jika pembukaan ini hanya berlaku di wilayah yang sudah dinyatakan zona hijau. Meski begitu pihak gereja juga harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.(Sumber : Christianpost/Jawaban)

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)