Dosen USU Dampingi Masyarakat Buat Booster ASI dari Daun Torbangun Jadi Bubuk Teh - Bicara News | Bicara Membangun Nusantara

Header Ads

Header ADS

Dosen USU Dampingi Masyarakat Buat Booster ASI dari Daun Torbangun Jadi Bubuk Teh


Bicara News|Medan - Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pendampingan dalam pemberdayaan Membuat Booster ASI (MB TESI) dengan cara mengolah daun Torbangun menjadi bubuk teh kepada ibu-iba postpartum bekerja di Posyandu Cempaka 1-B, Kecamatan Medan Deli, Selasa (7/7/2020) lalu. Sehingga dapat bertahan lama.
Hal itu dilakukan karena adanya pernyataan ibu postpartum bekerja yang menyatakan bahwa produksi ASI sedikit sehingga bayi tidak cukup minum ASI dan beralih memberikan susu formula pada bayinya.
Ketua tim pendampingan, Bina Melvia Girsang didampingi Eqlima Elfira, Ance Marintan Sitohang dan Farida Linda Sari Siregar menyebutkan dari hasil penelitian, bahwa daun Torbangun dapat meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). 


"Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa panganan khas lokal Sumatera Utara, daun torbangun dapat berfungsi sebagai laktagogum, yaitu zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI karena mengandung zat saponin, flavonoid, polifenol yang dapat meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin sehingga dapat meningkatkan produksi ASI," ungkap Bina.
Berdasarkan hasil penelitian pengolahan teh dari daun torbangun dengan suhu pengeringan 500C, dengan lama pengeringan 3 jam merupakan cara olahan terbaik karena kandungan zat yang terjaga dan lebih disukai dari aroma, warna dan rasa. 
"Daun torbangun biasanya diolah oleh masyarakat sebagai panganan sayur, namun olahan ini tidak tahan lama dan tidak dapat tersedia setiap waktu, sehingga olahan teh torbangun diharapkan menjadi solusi pemenuhan suplemen pendorong produksi ASI ibu postpartum bekerja," tambah Bina.


Para Dosen USU itu juga berharap melalui pendampingan MB TESI tersebut dapat bermanfaat serta menambah keterampilan masyarakat dalam meningkatkan produksi ASI.
Kegiatan pendampingan dilakukan berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti menyediakan dan mengajarkan peserta melakukan cuci tangan pakai sabun yang benar, pengukuran suhu tubuh,  pembagian masker gratis, dan menjaga jarak aman selama kegiatan berlangsung. (rel)
Diberdayakan oleh Blogger.